Ketua TP PKK Polman Kesal, Sejumlah Desa di Alu Hanya Utus Perwakilan pada Kegiatan PKK


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Pembinaan administrasi PKK dan pola asuh anak dan remaja kelurahan dan desa di Kecamatan Alu Kabupaten Polman dihadiri 30 peserta ibu PKK dari kecamatan Alu Kelurahan Petoosang yang terdiri 7 desa, hadir pula 10 peserta ibu PKK dari 4 pokja PKK kabupaten Polman, Kamis (14/10/2021).

Kegiatan pembinaan administrasi PKK dan pola asuh anak dan remaja diawali camat Alu Hamsah Ismail, S.Pd dan dilanjut ketua TP PKK kabupaten Polman Hj Jumriah Ibrahim didampingi Tim pokja 1,2,3 dan 4 kabupaten.

Dalam paparannya, ketua TP PKK Hj Jumriah Ibrahim menyayangkan di kegiatan ini, hanya dua ibu desa yang hadir, yaitu desa alu dan desa sayoang dan sisanya diwakili anak kepala desa yang memegang peranan di organisasi penggerak PKK sebagai wakil penggerak PKK di desa dan salah satu desa tidak hadir dari desa Puppuring.

Baca juga  Gus Halim Minta Bupati Pesisir Selatan Jaga Kerukunan Warga Transmigran

Hj.Jumriah Ibrahim menjelaskan, dirinya tidak mau tahu mewakili secara keluarga yang memegang peranan dalam organisasi PKK adalah ibu desa. “Karena acara di sini kita berbicara organisasi tim penggerak PKK yang otomatis memegang peranan penting adalah istri pak desa, bukan wakil ketua penggerak PKK yang sebagai tim penggerak PKK. “Kita akan bahas administrasi PKK dan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), jadi kami meminta agar materi ini ditindak lanjuti di daerah masing masing,” ujarnya.

Di dalam materi yang sudah disampaikan, Jumriah selalu tekankan jangan selalu diwakili untuk menghindari acara seperti ini, karena ilmu bukan saja di bangku sekolah tapi ilmu itu bisa didapatkan dengan pengalaman kita, jika selalu diwakili, tidak ada pengalaman. Jadi saya tekankan agar jangan lagi diwakili, biarkan ibu desa datang sendiri,” kesalnya.

Baca juga  Ketua DPD Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Bangun Kantor Desa Seperti Istana

Jumriah melanjutkan, karena ini salah satu tanggungjawab sebagai ketua tim PKK. “Kita harus hadapi rintangannya dan kendalanya, kita harus hadapi kalau, kita hanya sebagai ketua saja ibu desa itukan jabatan otomatisnya ketua penggerak PKK kalau tidak mampu tidak bisa, ya tidak usah suruh maju suaminya karena kita memang harus ada pendukungnya suami. Suami tidak berhasil kalau tidak ada pendukungnya. Sebagai cara mendukungnya ya, mari kita bergandeng tangan dengan pemerintah. Suami kita selaku kepala desa sama sama untuk mensukseskan program programnya karena kalau program PKK jalan, sejalan program pemerintahan aman desa, kelurahan, kecamatan dan kabupatennya,” tuturnya.

Baca juga  Ketua Pengadilan Negeri Majene Lantik Dua Hakim Pratama

Hj Jumriah berharap, program program PKK nya semuanya berjalan. “Kedatangan kami di kelurahan Petoosang untuk memperjelas supaya PKK selama ini di masa pandemi vakum, bisa dikatakan mati suri, karena sudah tidak ada lagi kegiatan kegiatan di awal. Kita mulai lagi berkegiatan penyegaran lagi, makanya penyebarannya kita awali tertib administrasi memberikan pemahaman cara mengisi formatnya, kemudiaan kita kebetulan lomba PHBS yang salah satu program PPK juga, mudah-mudahan PHBS nya ini berjalan dengan baik karena ini bukan saja sekedar lomba tapi justru di semua kelurahan itu bisa berbuat seperti itu,” jelasnya. (Syarifuddin Andi)