IKEA kembali membuktikan posisinya bukan sekadar destinasi belanja perabotan ramah kantong, tetapi juga pusat referensi gaya yang diakui para profesional. Tahun ini, raksasa furnitur asal Swedia tersebut mengguncang dunia desain melalui dua pendekatan yang bertolak belakang namun sama-sama memikat perhatian. Di satu sisi, ada kolaborasi segar yang mendobrak aturan baku bersama desainer muda Gustaf Westman. Sementara di sisi lain, nama-nama besar di industri interior seperti Bobby Berk secara terbuka membagikan kurasi produk IKEA yang mereka andalkan untuk menciptakan ruangan bernuansa mewah.
Membawa Imajinasi Masa Kecil ke Dalam Rumah
Bersama Gustaf Westman, IKEA menghadirkan koleksi yang penuh kejutan. Sosok yang dikenal dengan gaya desain playful dan kerap dinilai kekanak-kanakan ini justru berhasil membawa warna baru ke dalam hunian, menggugah kembali memori masa kecil yang sarat akan imajinasi liar. Saat berbicara di ajang Democratic Design Days 2026, Westman memaparkan pandangannya bahwa desain tidak melulu harus berkutat pada kesempurnaan atau kesan serius.
Karyanya sering kali menjadi semacam bentuk pelarian dari realitas sehari-hari. Ia memasukkan unsur humor ke dalam setiap rancangannya. Baginya, membawa kegembiraan ke ruang tamu atau dapur orang-orang adalah hal yang sangat esensial. Fungsi sebuah barang tentu harus dipertahankan, namun membuatnya terlihat lebih menyenangkan bukanlah sebuah kesalahan.
Salah satu wujud nyata dari pemikirannya adalah piring khusus hot dog. Desainnya terasa sangat jenaka, tetapi benda ini tetap multifungsi dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Produk semacam ini otomatis memancing senyum dan kerap menjadi topik obrolan ringan saat tamu berkunjung. Westman sukses menyampaikan emosinya melalui gaya yang terkesan kekanak-kanakan, warna-warni mencolok, serta bentuk melengkung yang seolah ditarik langsung dari dunia mimpi.
Pria ini mengakui cukup sulit baginya untuk tampil terlalu serius, dan hal tersebut sangat memengaruhi arah kreatifnya. Ia menjadikan figur seperti Jonathan Anderson sebagai salah satu inspirasi utama, terutama dalam kelihaian meramu fungsionalitas dengan daya pikat emosional dan visual yang kuat. Memori masa kecil menjadi akar kreativitasnya. Ia terus berusaha terhubung kembali dengan pola pikir yang polos dan spontan tanpa harus terjebak dalam analisis yang berlebihan.
Latar belakang pendidikan arsitektur dari Göteborg sama sekali tidak membuatnya kaku dalam merancang objek. Pendekatan fleksibel yang ia miliki memungkinkannya mengeksekusi proyek dalam beragam skala, mulai dari penataan interior hotel hingga merancang perabotan mungil seperti cangkir dan piring. Rangkaian koleksinya mewakili semangat desain baru untuk generasi yang lebih inklusif, bebas aturan, dan tetap bergaya. Ia melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk membalikkan estetika liburan tradisional dengan menyuguhkan sesuatu yang lebih berani. Tujuannya tetap satu: merayakan kebersamaan dengan orang-orang tercinta.
Popularitas Westman rupanya juga ditopang oleh kelihaiannya memanfaatkan media sosial. Platform seperti Instagram ia anggap sangat demokratis dan menjadi ruang yang tepat untuk menunjukkan kepribadian aslinya. Tanpa rasa canggung, ia mengakui bahwa tanpa Instagram, namanya mungkin tidak akan sebesar sekarang. Kuncinya adalah tampil beda, sedikit lucu, dan menghindari kesan kaku agar mudah dilirik oleh publik.
Kurasi Mewah ala Desainer Kelas Atas
Kesan kasual dari Westman nyatanya sejalan dengan daya tarik IKEA di mata para desainer senior yang mencari perabotan elegan. Bobby Berk, desainer ternama sekaligus mantan bintang Queer Eye, baru-baru ini mengungkap bahwa ia adalah pelanggan setia IKEA. Melalui unggahannya di Threads, ia menegaskan bahwa statusnya sebagai desainer papan atas tidak menghalanginya untuk berbelanja di sana. Berbagai barang dari merek ini dinilai benar-benar berkualitas jika kita tahu persis apa yang harus dicari.
Setelah menyortir berbagai katalog, Bobby merilis daftar 20 produk IKEA andalannya di tahun 2026 yang dijamin sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Daftarnya sangat bervariasi, menyentuh segala aspek mulai dari sofa dan tas belanja hingga keran air dan bingkai foto.
Perabotan Wajib yang Membangun Estetika Ruangan
Di urutan teratas, Bobby sangat merekomendasikan kursi STOCKHOLM 2026 yang dibanderol seharga $225. Kursi ini memiliki rangka kayu solid dengan bantalan kulit yang tidak hanya terlihat berkelas, tetapi juga dirancang agar tahan lama. Menempatkannya di ruang makan atau sudut sarapan bisa seketika mengangkat nuansa ruangan menjadi lebih mewah, baik untuk suasana yang santai maupun formal.
Bagi mereka yang lebih menyukai tampilan Skandinavia yang natural, kursi berlengan FRYKSÅS seharga $299 menjadi pilihan favorit Bobby berikutnya. Meski desainnya terlihat sederhana, kursi ini mampu menjadi pernyataan gaya yang halus dan mudah dipadukan dengan berbagai macam estetika interior.
Urusan pencahayaan pun tidak luput dari perhatian sang desainer. Lampu meja DEJSA, salah satu produk terlaris seharga $90, selalu menjadi andalannya. Kap lampunya yang terbuat dari kaca tiup buatan tangan sukses memberikan sentuhan akhir yang terasa eksklusif dan mahal.
Sebuah rumah tentu membutuhkan cermin berukuran penuh untuk menyempurnakan dekorasi. Cermin HOVET seharga $170 masuk dalam daftar wajib beli karena kepraktisannya. Cermin ini bisa dipasang menempel di dinding atau sekadar disandarkan di sudut ruangan. Rangkanya yang ramping tersedia dalam berbagai pilihan akhir yang menawan, termasuk hitam, emas, atau aluminium.
Selain kursi utamanya, seri STOCKHOLM 2026 lainnya yang turut mendapat persetujuan Bobby adalah bangku dengan bantalan seharga $399 serta rak TV yang serbaguna dan tidak lekang oleh waktu. Bobby membagikan trik penataan yang unik: jadikan bangku tersebut sebagai meja kopi, atau letakkan di ujung tempat tidur maupun di area pintu masuk sebagai tempat duduk bergaya modern.
Rangkaian kurasi ini pada akhirnya membantah stigma lama yang melekat di masyarakat. IKEA jelas bukan sekadar solusi sementara bagi mahasiswa atau mereka yang sedang merenovasi rumah dengan dana pas-pasan. Di balik deretan raknya, tersimpan banyak perabotan berstandar tinggi yang layak dijadikan investasi jangka panjang untuk mempercantik hunian.
More Stories
Kisah Abadi Persahabatan Peterpan dan Keputusan Dave McClain Tinggalkan Sacred Reich