Yayasan Kartini Manakarra gelar FGD Sub Cluster Kekerasan Berbasis Gender


SULBAR99NEWS.COM-Mamuju, Focus Group Discusion (FGD) sub cluster Kekerasan berbasis gender (KBG) dengan Tema Rencana aksi daerah dan upaya mengatasi kekerasan berbasis gender di Prov. Sulawesi Barat dilaksanakan Sabtu 11 Desember 2021 pada pukul 14.00 WITA di M Coffe jalan Pongtiku Kelurahan Rimuku Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.

FGD sub cluster kekerasan berbasis gender ini mengundang 17 perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Provinsi maupun Kabupaten dan juga NGO yang bergerak di bidang perlindungan perempuan maupun gender. Kegiatan FGD ini merupakan kegiatan Yayasan Kartini Manakarra yang merupakan Implementing UNFPA melalui Yayasan Kerti Praja.

Baca juga  Kontak dengan Pasien 03, Dua Warga Pontanakayang Mateng Positif Covid-19

Data laporan SIMFONI Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) yang memuat tindakan kekerasan berbasis gender (KBG) terlapor Sampai dengan 30 September 2021 khusus provinsi Sulawesi Barat menunjukkan 54 kasus dengan korban 40 perempuan dan 14 laki- laki, melalui persebaran kasus meliputi kabupaten Mamuju 17 kasus, Pasangkayu 1 Kasus, Majene 1 kasus, Mamasa 2 Kasus dan Polewali Mandar 33. Sedangkan jenis kekerasan yang dialami korban, 30% kekerasan fisik dan 20% kekerasan seksual.

Melihat permasalahan yang ada di provinsi Sulawesi Barat tersebut, sudah selayaknya pihak pemerintah merespon dengan program kerja mengatasi kekerasan berbasis gender yang tertuang dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) agar menjadi panduan dan arahan dari para pemangku kepentingan. Rencana Aksi Daerah haruslah menggambarkan siap? Melakukan apa? dan dengan cara apa? dalam upaya mencegah dan mengatasi kekerasan berbasis gender.

Baca juga  Pemkab Mamuju Kembali Bantu Sejumlah Kelompok Tani dan Nelayan

Focus Group Discusion (FGD) menghadirkan narasumber Kepala Dinas P3AP2KB Prov. Sulbar Hj. Jamila, S.H, MH dan Kepala Bappeda Prov.Sulbar DR. Junda Maulana sebagai Ketua Pokja Pengarustamaan Gender Prov. Sulbar, Moderator dalam FGD adalah Sekretaris Dinas P3AP2KB yang akrab disapa dr. Indah.

Adapun materi yang disampaikan dalam FGD tersebut adalah Rencana Aksi Daerah dalam rangka mengatasi kekerasan berbasis gender di prov.sulbar, Realisasi dan Program Kerja Dinas P3AP2KB dalam rangka mengatasi Kekerasan Berbasis Gender di Prov. Sulawesi Barat.

Baca juga  Peringatan Dini BMKG: Besok, Empat Kabupaten di Sulbar Berpotensi Dilanda Angin Kencang dan Hujan Lebat

Dian Daniati selaku Direktur Yayasan Kartini Manakarra mengungkapkan bahwa kegiatan FGD tersebut diharapkan dapat merangkai sinergitas antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk membuat acuan dalam mengatasi kekerasan berbasis gender dengan lebih fokus, efektif, sistematik, terukur dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong tersusunnya kebijakan, program dan kegiatan mencegah dan mengatasi kekerasan berbasis gender dalam bentuk Rencana Aksi Daerah. (jefri)