Warga Lokal Paser Resmi jadi Transmigran di SP Keladen


Staf Ahli Bidang Kesra mewakili Bupati Paser Arief Rahman saat menyerahkan bantuan kepada salah seorang transmigran.

SULBAR99NEWS.COM-PASER – Sebanyak15 KK atau sebanyak 59 Jiwa transmigran penduduk setempat Kecamatan Tanjung Harapan telah ditempatkan di Satuan Permukiman Keladen, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (9/11).

Penempatan transmigran lokal tersebut secara resmi dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Kesra mewakili Bupati Paser Arief Rahman, Kadis Nakertrans Prov. Kalimantan Timur, Kadis Nakertrans Kabupaten Paser, Perwakilan Bappeda Kab. Paser, Camat Tanjung Harapan, Kepala Desa Keladen dan Tim dari Direktorat Fasilitasi Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi, Ditjen PPKTrans.

Baca juga  Dua Pendeta Wafat, Puluhan Jemaat Dirawat Usai Seminar GPIB di Bogor

Dalam sambutannya, Arief Rahman menyampaikan, program transmigrasi lokal ini diperuntukkan bagi warga setempat dalam rangka menunjang pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat transmigrasi semestinya harus berasal dari potensi sumber daya dan memprioritaskan penduduk lokal,” kata Arif Rahman saat memberikan sambutan di Balai Desa SP Keladen.

Baca juga  Kemendes PDTT Kampanye Informasi Pengembangan Inovasi dan Pembelajaran Masyarakat Berbasis Digital

Harapannya, kata Arif, transmigran bisa cepat beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat sekitar. “Agar terjalin harmonisasi dan mempercepat roda perekonomian desa,” ujar Arif Rahman.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Suroto, mengharapkan lokasi transmigrasi Keladen ini nantinya akan menjadi penyuplai bahan makanan sebagai penyangga Ibukota Baru.

Baca juga  Majene Kaya Potensi Sejarah dan Budaya, Dalam Dialog Budaya dan Sejarah BPNB Sulsel

“Transmigran di satuan permukiman Keladen juga berasal dari Lampung, Banten, dan DIY yang terlebih dahulu ditempatkan pada 2018 lalu,” kata Kadis Suroto.

Hak yang diberikan kepada transmigran selain RTJK dan lahan usaha, juga memperoleh bantuan perbekalan berupa alat pertanian, alat dapur, alat tidur, dan PLTS, serta bantuan catu pangan beras dan non beras selama 12 bulan. (ih)