Wahab Harapkan Pemda Prioritaskan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak


Ketua Balegda DPRD Majene Abd. Wahab, SH ketika menyampaikan materi perlindungan perempuan dan anak.

SULBAR99.COM-MAJENE, Ketua Badan Legislasi Daerah DPRD Kabupaten Majene Abd. Wahab, SH bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kamis (12/12/2019) di hotel Grand Aulia Lipu Majene.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Majene ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Majene Lukman Nurman.

Dalam penyampaiannya kepada peserta sosialisasi, yang berasal dari ASN di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Majene serta sejumlah masyarakat setempat, Wahab menyampaikan sejumlah hal yang harus dilakukan Pemda terkait perlindungan perempuan dan anak.

Baca juga  Pengurus Cabang NU 2020-2025 Majene Dilantik

Dalam sosialisasi perda, diharap pemerintah daerah dapat melakukan pencegahan dengan cara memperbanyak
melakukan sosilalisasi perda, memberikan konseling atau bimbingan, memberikan edukasi tentang bahaya kekerasan dalam rumah tangga, membentuk jaringan kerja dalam upaya pencegahan kekerasan, membentuk sistim pencegahan kekerasan, dan membentuk tim advokasi pendampingan terhadap korban kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah dan memberi perlindungan kepada perempuan dan anak terhadap kekerasan,” ungkap Ketua DPD PAN tersebut.

Baca juga  Kodim 1401 Majene Bakti Sosial dan Pameran Alusista TNI

Dirinya berharap, agar Pemerintah daerah lebih memprioritaskan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan Perda Nomor 10 tahun 2017 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Wahab mengakui, Pemda dalam hal ini Dinas PPPA telah melakukan beberapa langkah dalam perlindungan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Sudah melakukan pendampingan, tapi belum maksimal,” ujar Wahab.

Ketika disinggung apa yang harus dilakukan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, politisi PAN tersebut dengan tegas mengatakan, yang pertama harus siapkan lawyer yang sekaligus mendampingi pada tahapan pemeriksaan.

Baca juga  Sosialisasi PMK. Tidak Sampaikan Rekapitulasi Transaksi Harian, DBH dan DAU Ditunda Hingga 50 Persen

“Siapkan juga tenaga konseling untuk membimbing secara psikologis terhadap korban kekerasan, “ujar Wahab.

Selain itu, korban kekerasan juga harus diberikan bimbingan rohani dan pemeriksaannya harus di ruang khusus ramah anak.

Olehnya itu, lanjutnya, Pemda harus banyak memberikan sosialisasi agar supaya masyarakat dapat mengetahui secara luas jika menghadapi persoalan terkait kekerasan anak dan perempuan. (Awal Nugraha)

Editor : Idham


DAERAH