
SULBAR99.COM-WAJO, Puluhan Buruh yang tergabung dalam KSBSI Wajo, menggelar aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Lapangan merdeka menuju Kantor Bupati Wajo dan Kantor DPRD Wajo di Jalan Rusa Sengkang, Rabu (15/1/2020).
Puluhan buruh tersebut menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak rancangan Undang – undang Omni Law.

Buruh yang tiba di halaman Kantor Bupati meminta agar Wakil Bupati menerima dan menemui para pengunjuk rasa.
“Kami minta Bapak Wakil Bupati datang menemui kami di sini dan menerima aspirasi buruh,” kata Abdul Kadir Nongko, ketua DPC KSBSI Kabupaten Wajo.
Abdul Kadir Nongko dalam orasinya, menolak rancangan undang – undang (RUU) Omni Law yang saat ini digodok di DPR RI.
Katanya, jika Undang – undang ini diberlakukan, maka buruh akan menderita dan sengsara, karena Undang – undang ini tidak berpihak kepada buruh.
“Kami tolak rancangan undang – undang itu, karena hanya akan menyengsarakan dan membuat buruh menderita,” ujarnya.
Pengunjuk rasa yang jenuh menunggu kedatangan Wakil Bupati, akhirnya mengutus Ketua KSBSI dan sejumlah perwakilan buruh untuk menemui Wakil Bupati di ruangannya.
Wakil Bupati Wajo, Haji Amran SE, yang menerima kedatangan perwakilan buruh, menyampaikan kekecawaannya terhadap KSBSI yang melakukan aksi unjuk rasa dan tidak menyampaikan kepadanya.
Menurutnya, sepantasnyalah KSBSI memberikan penyampaian jika mereka mau melakukan aksi, karena dia adalah ketua Tripartit Kabupaten Wajo.
“Saya kecewa saudara tidak menyampaikan, kalau mau melakukan aksi hari ini, saya adalah Ketua Tripartit Kabupaten Wajo, sayalah yang harus di depan memimpin aksi ini, ” ujar Amran.
Pengusaha Batu bara ini, sangat menyesalkan, tidak adanya pemberitahuan kepadanya, sebagai ketua Tripartit dirinya sudah banyak menyelesaikan kasus ketenagakerjaan, bahkan diperjuangkan sampai di Jakarta.
“Selama 10 bulan sebagai wakil Bupati, saya selalu mengakomodir kepentingan masyarakat selama tidak bertentangan dengan Undang – undang, pintu ruangan saya selalu terbuka, mari kita berkonsultasi dan berkordinasi. Saya tahu sekali permasalahan buruh, karena saya berlatar belakang pengusaha,” jelasnya.
Setelah mendengarkan pernyataan Wakil Bupati, Abdul Kadir Nongko langsung minta maaf dan memeluk wakil bupati.
“Saya minta maaf pak, saya salah, karena tidak menyampaikan langsung kepada Bapak Wakil Bupati, perihal aksi ini, walaupun sebenarnya sudah bersurat melalui bagian umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo,” ujar Kadir.
Akhirnya, Wakil Bupati turun dari ruangannya dan menemui buruh yang berunjuk rasa depan Kantor Bupati Wajo.
Editor: HS. Agus