Viral, Ikan Buntung Raksasa Terdampar di Dermaga Passarang Majene


Ikan Buntung atau Mola mola yang terdampar di perairan Passarang Majene. (Foto : facebook)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Viral beredar di media sosial, seekor ikan raksasa Mola-mola terdampar di samping dermaga Passarang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Selasa (21/12/2021) sore.

Dalam video berdurasi 12 menit itu, tampak sejumlah warga mengerumuni ikan yang bentuk tubuhnya hanya sepotong itu dengan keheranan dan bingung, karena tak pernah melihat sebelumnya, ikan seperti itu.

Sekilas, ikan itu mirip ikan pari raksasa, namun setelah diperhatikan, ikan itu seperti buntung terpotong.

Opis, salah seorang warga yang terdapat dalam video itu tampak kebingungan dan bertanya-tanya, ini ikan jenis apa.

Beruntung, ada warga yang sedang bawa hp di tempat kerumunan itu dan mencari jenis ikan raksasa yang terdampar itu

Akhirnya setelah pencarian di youtube, warga akhirnya tahu bahwa ikan itu adalah ikan jenis Mola-mola, bukan ikan yang aneh.

Baca juga  Petugas Gabungan Razia Barang Terlarang di Ruang Tahanan Rutan Majene

Dikutip dari kkp.go.id, Mola-mola atau biasa disebut Sunfish berasal dari Bahasa Latin “millstone” yang artinya batu gerinda. Julukan ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang menyerupai batu dengan warna abu-abu, bertekstur kasar dan bentuk badannya bulat. Ikan Mola-mola tergolong ikan yang unik, umumnya semua jenis ikan selalu mempunyai sirip ekor.

Berbeda dengan Mola-mola ia nyaris tidak memiliki sirip ekor. Biasanya sirip (sayap) ikan lain terletak di samping kiri dan kanan, sedangkan Mola-mola siripnya berada vertikal di atas dan di bawah (punggung dan perut) yang disebut clauvus.

Akibat bentuk siripnya yang aneh ditambah tubuhnya yang bulat dan gemuk membuat Ikan Mola-mola sangat lambat untuk berenang dan untuk melawan arus ombak pun ia tidak bisa, memilih pasrah mengikuti arus air yang membawanya.

Baca juga  Vaksin Anak 6-11 Tahun. Menolak dan Menangis Saat Disuntik. Dr. Rakhmat: Respon yang Wajar

Sementara, nama Sunfish yang berarti ikan matahari ini diberikan karena kegemarannya berjemur. Ikan ini memang alergi air dingin meski hidupnya di laut. Caranya, ia naik ke permukaan air laut yang tidak terlalu dalam dan berjemur sembari tiduran setelah menyelam hingga kedalaman 600 meter.

Karena keadaan bentuk tubuhnya yang aneh, membuat ikan mola mola terancam punah, ia sering menjadi korban kecelakaan dalam lalu lintas perairan laut seperti tersangkut di baling-baling kapal perahu dan sering menjadi korban tabrakan dari kapal-kapal besar yang sedang melaju ke arahnya. Begitu lamban gerakannya membuat ia tak dapat menghindar dari kecepatan kapal tersebut. Sampah-sampah laut juga menjadi salah satu penyebab kematiannya, Ia sering tersedak akibat menelan sampah plastik yang disangkanya adalah ubur-ubur. Belum lagi ia terdampar di tepi pantai akibat terseret ombak dan mati sendiri akibat dehidrasi. Tapi penyebab kematiannya paling tinggi adalah akibat perburuan illegal seperti yang dilakukan oleh para nelayan yang tidak bertanggung jawab di jepang, mereka memang sengaja ditangkap untuk dijual dagingnya ke restoran.

Baca juga  Waspada, Jalan Poros Majene Mamuju Kembali Tertutup Longsor

Meski warga sudah mengetahui bahwa ikan jenis Mola-mola tersebut bisa dikomsumsi, namun hingga video itu berakhir, ikan mola-mola raksasa tersebut dibiarkan terapung dan melayang-layang di pinggir pantai. (Emon)