Varian Delta Terkuat COVID-19, Bagaimana Antisipasinya?


Oleh : Lilik Yani

Pandemi bukannya reda, namun makin hari makin beraksi dengan jumlah dan berbagai varian baru.Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi varian-varian baru tersebut?


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan peringatan terkait varian Delta (B1617.2) yang pertama kali diidentifikasi di India. WHO menyebut bahwa varian ini sangat menular, termasuk jenis varian yang tercepat, dan terkuat yang pernah ada .

“(Varian Delta) menjadi lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia. Dan pada akhirnya akan menemukan individu-individu yang rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, dikutip dari CNBC, Selasa (22/6/2021).

Oleh karena itu, Dr Mike meminta para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat untuk segera melakukan donasi dan pendistribusian vaksin. Karena Varian Delta lebih cepat, lebih ‘bugar’, akan memilih yang lebih rentan lebih efisien daripada varian sebelumnya. Dan, oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tanpa vaksinasi, mereka tetap berada pada risiko lebih buruk.

Varian Baru Terus Muncul dan Antisipasi Bagaimana?

Kasus varian baru corona terus bertambah di Indonesia. Terakhir, dilaporkan terdapat sekitar 140 kasus varian baru yang telah diidentifikasi.

Varian baru yang telah diidentifikasi di Indonesia adalah varian Alpha (B117) yang ditemukan di Inggris, varian Beta (B1351) yang ditemukan di Afrika Selatan, serta varian Delta (B1617.2) yang ditemukan di India dan disebut lebih cepat menular.

Baca juga  Laporan Langsung Orang Mandar di Amerika Serikat (2)

Antisipasi yang dilakukan dengan lebih mengintensifkan tracing kasus baru. Selain itu pencegahan penularan varian baru Corona juga bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa protokol sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa cara untuk mencegah risiko tertular varian baru Corona yang dikutip dari Healthline.

  • Kurangi waktu berkumpul
    Kegiatan kumpul-kumpul bersama keluarga dan teman-teman seringkali memicu munculnya klaster Corona. Meski termasuk ke dalam lingkungan yang dekat, pastikan hanya melakukan kontak seminimal mungkin mengingat saat ini terdapat varian baru Corona yang disebut lebih cepat menular.
  • Batasi waktu ‘shopping’ di luar rumah. Di tengah banyaknya kasus varian baru Corona, penularan virus ini bisa menjadi dua kali lipat lebih tinggi. Untuk itu, para ahli menyarankan agar masyarakat melakukan kegiatan belanja makanan hingga pakaian melalui online. Atau jika memungkinkan, gunakan opsi seperti delivery atau penjemputan di tepi jalan untuk mengurangi risiko terpapar COVID-19.
  • Waspada saat kembali bekerja
    Bagi mereka yang masih harus bekerja di luar rumah, para pakar menyarankan untuk tetap berhati-hati pada tempat atau ruangan yang memiliki ventilasi buruk.

Pasalnya, banyak kasus hingga klaster Covid-19 diawali dari lingkungan pekerjaan. Ini mungkin terjadi akibat banyaknya karyawan yang melakukan rapat atau bekerja di dalam ruangan berventilasi buruk, sehingga risiko penularan semakin besar.

  • Perlu pakai masker dobel?
    Penggunaan masker dobel atau double masking kini disarankan oleh banyak ahli, termasuk oleh pakar penyakit menular AS Anthony Fauci. Hal ini juga dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan varian baru Corona yang saat ini sudah semakin menyebar.
Baca juga  Gaungan Benci Produk Luar ditengah Impor Besar-besaran

*Jangan lupa hand sanitizer
Untuk mengurangi penularan varian virus Corona, kegiatan mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik harus tetap dilakukan. Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan hand sanitizer yang memiliki kandungan setidaknya 60 persen alkohol, jika sabun dan air tidak tersedia.

  • Lakukan Vaksinasi
    Cara lainnya untuk mengantisipasi penularan varian baru Corona adalah dengan segera melakukan vaksinasi. Berbagai penelitian pun telah menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini masih efektif untuk menangkal varian baru, termasuk varian Delta yang disebut cepat menular.

Varian Terus Berkembang Cukupkah Sebatas Prokes dan Vaksin?

Pemerintah sudah mengupayakan terbaik untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19. Berbagai kebijakan sudah dilaksanakan, hanya saja tak dipatuhi dengan maksimal oleh masyarakat. Kurang adanya pemahaman, atau komunikasi yang tak jalan. Hingga pelanggaran masih ada di mana-mana.

Selain itu beda persepsi yang menimbulkan kecemburuan. Sama-sama kerumunan, namun ada yang ditindak, ada yang dibiarkan. Sama-sama kerumunan, kerumunan ibadah dilarang namun mall dan tempat wisata dibuka lebar-lebar. Sama-sama perjalanan, mudik dilarang namun tenaga asing berdatangan lewat bandara.

Bagaimana bisa memberikan hasil maksimal jika tak ada standart keadilan? Masyarakat melawan karena ada contoh pelanggaran di depan mata. Jadilah kebijakan yang seharusnya bagus dijalankan akan menjadi kekacauan. Dan kondisi itu dijadikan peluang oleh virus covid-19 untuk menerobos masuk menembus banyaknya peluang.

Covid-19 pun bebas berkembang dengan berbagai varian baru yang terus berdatangan. Karena negeri kita yang strategis ini jadi tempat nyaman masuknya berbagai warga negara asing. Jadilah virus semakin nyaman, lahirlah varian-varian baru yang makin berkembang.

Baca juga  Do’a Semua Agama, Apakah Termasuk Toleransi?

Kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah sudah tak mengatasi lajunya perkembangan virus. Buktinya semakin bertambah perkembangan virus dengan berbagai varian baru yang makin cepat penyebarannya. Bahkan meski sudah digalakkan vaksin di seluruh lini, namun tak bisa mencegah perkembangan virus.

Ketika upaya maksimal sudah tak sanggup menahan lajunya virus, apalagi jumlah pasien terinfeksi meningkat tajam. Kemudian jumlah yang meninggal juga semakin bertambah. Masihkah mengandalkan kekuatan manusia? Sudahkah berfikir untuk mengadukan segala penderitaan ini kepada Allah Sang pencipta dan pengatur alam semesta?

Bukanlah Allah yang menciptakan seluruh makhluk termasuk virus ini akan dengan mudah mengendalikannya? Jika mengatur alam semesta yang maha dahsyat saja terjadi keseimbangan sempurna. Bukankah Allah dengan sangat mudah menghentikan laju virus covid-19 untuk stop ketika umat sudah taat?

Sudah saatnya melibatkan Allah. Kembalikan semua urusan kepada Allah. Jangan merasa sok percaya diri menemukan berbagai obat atau alat untuk menangkis serangan virus tanpa melibatkan kekuasaan Allah.

Ketika semua umat sudah taat, laju pemerintahan diatur dengan aturan Allah. Maka sangat mudah bagi Allah untuk menghilangkan segala serangan virus yang menggila Itu. Termasuk Varian Delta Covid-19 yang terkenal sangat cepat penyebarannya. Semua akan tunduk dalam kendali Allah Sang pengatur jagat raya.

Wallahu a’lam bish shawwab

Surabaya, 23 Juni 2021