Varian Baru Virus Covid, Masihkah Tak Percaya?


Oleh : Hamzinah (Pemerhati Opini Medsos)

Sudah setahun Pandemi Covid-19 tetapi tak kunjung ada tanda akan berakhir. Meski berbagai kebijakan telah diterapkan di sana sini. Malah memunculkan Varian baru virus Corona B117 yang akhirnya masuk juga ke Indonesia. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan temuan varian baru B117 di wilayahnya, tepatnya di Karawang. Dua warga yang terpapar tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Arab Saudi menggunakan penerbangan Qatar Air Airways.

Menurut Dr. Rochelle Walensky, Direktur baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Varian Corona B117 lebih mudah menular yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus dan peningkatan tekanan pada sistem kesehatan yang sudah kelebihan beban. Varian Corona B117 ini sebelumnya sudah menyebar setidaknya 60 negara, berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian Corona B117 yang diyakini 70% lebih menular ini juga merebak di Singapura dan India. (nasional.kompas.com).

Masihkah Tidak Percaya?
Masihkah tidak percaya jika Corona itu benar adanya dan begitu besar dampaknya memporakporandakan seluruh negeri di dunia? Masihkah tidak percaya, bahwa virus Corona varian baru itu nyata? Ternyata banyak umat yang masih terlena, Akankah dibiarkan saja seperti dulu, tidak percaya adanya virus Corona pada mulanya. Aktivitas berjalan seperti biasa, bahkan tenaga asing keluar masuk negeri tanpa jeda.

Baca juga  Kurikulum Moderasi, Apakah Solusi?

Menanggapi masuknya varian baru ini, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan masuknya virus baru ini, karena belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa varian ini lebih mematikan. “Saya mengimbau untuk tidak perlu khawatir, karena ditemukan dua kasus positif mutasi virus corona dari Inggris atau B117 dua orang saat ini sudah negatif dan belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru ini lebih mematikan,” kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 4/3/2021. (cnnindonesia.com).

Namun demikian, walaupun telah disebutkan tak lebih berbahaya dari covid-19, keresahan masyarakat terhadap adanya varian baru virus corona malah semakin besar. Kondisi ini sebenarnya sedang mengindikasikan tingkat kepercayaan publik pada pemerintah yang semakin rendah. Pasalnya, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi ini dinilai lamban oleh masyarakat. Pemerintah dianggap kerap meremehkan wabah dengan kebijakan-kebijakannya yang kontraproduktif terhadap penyebaran virus.

Pakar Menyebut Varian Baru Lebih Mematikan
Peneliti di Exeter University, Robert Challen menyatakan varian baru ini memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih tinggi. Kemampuannya menyebar dengan cepat, membuat B117 menjadi ancaman yang harus ditanggapi serius. (detik.com).

Pakar Biologi Molekuler, Ahmad Rusdan Utomo menyatakan masyarakat tidak usah takut. Namun, harus waspada dan memiliki wawasan terhadap varian baru ini. Ibarat manusia, ada yang memiliki rambut warna hitam atau kuning, tetapi keduanya tetap dikatakan manusia. Begitupun dengan Virus Covid-19 dan B117, keduanya sama-sama Virus Corona, sehingga gejala, penularan dan penanganannya relatif sama.

Baca juga  Kontrol Tayangan Televisi Saat Puasa, Solusi Atau Ilusi ?

Sebenarnya, yang lebih berbahaya itu adalah peilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dan penanganan pemerintah yang dinilai kurang ketat. Padahal, kunci utama penanganan virus corona, baik Covid-19 ataupun varian baru lainnya seperti B117 atau N439K adalah 5M oleh masyarakat dan 3T oleh pemerintah. 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Begitupun pemerintah yang seharusnya kembali memperketat 3T yaitu tracing, testing, and treatment. Keduanya satu paket upaya yang tidak dapat dipisahkan untuk memutus rantai penularan virus Corona.

Islam Solusi Ampuh Mengatasi Wabah
Islam sedari awal memiliki konsep dalam mengatasi wabah yaitu mengharuskan pembatasan wabah pada wilayah asalnya, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW, “Jika kalian mendengar wabah pada suatu wilayah maka janganlah kalian memasukinya, sebaliknya jika kalian berada pada wilayah yang terjadi wabah maka jangan kalian tinggalkan wilayah tersebut”. (HR. Muslim). Ini jelas merupakan konsep yang begitu manusiawi dan selaras dengan upaya penanggulangan wabah. Bahkan apabila ditelisik lebih dalam, konsep ini merupakan kunci bagi penanggulangan wabah Corona yang sedang terjadi di dunia.

Baca juga  Program Major Project, Eksistensi Kapitalisme

Ketidakpercayaan umat pada penguasa tak akan terjadi dalam sistem Islam. Penanggulangan wabah akan cepat teratasi karena akan terjalin kerjasama yang baik antara penguasa dan rakyatnya. Penguasa dengan segenap hati akan mencari solusi terbaik bagi terselesaikannya masalah. Umat pun manut terhadap apa yang menjadi kebijakan negara.

Selanjutnya, penguasa akan menggandeng para pakar dalam menyelesaikan problematika yang ada. Sistem kesehatan akan mandiri diurusi pemerintah, tidak menyerahkannya pada swasta. Penelitian untuk bisa mendapatkan vaksin akan didukung. Kondisi perekonomian akibat pandemi yang berimbas akan dengan cepat mendapat penanganan. Masyarakat akan terus menjaga protokol kesehatan dengan 5M-nya dan penguasa akan masif menjalankan 3T-nya. Aparat akan sigap menghukum siapa saja yang melanggar, seperti menciptakan kerumunan, tak peduli apakah rakyat atau pejabat, semua diperlakukan sama.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa konsep Islam merupakan harapan satu-satunya bagi persoalan penanggulangan wabah Corona yang mengancam kehidupan manusia hari ini. Dan konsep Islam adalah satu-satunya konsep yang menjanjikan kehidupan bagi umat manusia. Sungguh kita amat merindukan kehadiran institusi Islam, yakni Khilafah Islamiyah sebagai satu-satunya institusi yang shahih untuk menerapkan konsep-konsep Islam dalam penanggulangan wabah. Wallahu a’lam bi ash showwab.


OPINI