Utang Negara


Oleh : Wulandari

Seluruh rakyat Indonesia wajib tahu kalau utang negara saat periode April 2021 ini sudah sakit, bengkak, merah dan sudah menjadi infeksi berat karena sudah tembus 6.527,29 triliun, dan rakyat harus peduli dengan masalah ini dan turut menasehati pemerintah soal utang yang sudah mengancam ini, karna yang akan terkena dampak dari utang ini adalah 200 jutaan lebih rakyat itu sendiri, jika 6.527,29 triliun ini di bebankan kepada masing-masing rakyat maka setiap rakyat mempunyai utang jutaan bahkan sampai puluhan juta rupiah dipikirannya, memiliki utang 1000 rupiah saja itu sudah membuat pikiran pusing dan gelisah karena jangan sampai ajal sudah di depan mata utang 1000 rupiah belum lunas dan di akhirat jadi beban, apalagi dengan utang jutaan rupiah gara-gara pemerintah yang selalu hobi berutang tanpa memikirkan dampak jelek dari utang, apalagi pemerintah berutang dengan cara riba yang bunganya saja sudah triliunan.

Baca juga  Keputusan Atas Kasus GKI Yasmin dan Standar Ganda Toleransi

Oleh karena itu seluruh rakyat harus memahami pola penjajahan asing ini, pertama dengan mengiming-imingi dollar kepada negara yang akan di target, jika pemerintahnya mengambil utang itu, maka pemerintah harus menyediakan jaminan apakah dengan menyerahkan sumber daya alam emas, gas, batu bara, minyak, kekayaan laut bumi dan lain- lain sebagai jaminan, yang pastinya jaminannya bukan BPKB motor, meminjam sekitaran 5 jutaan dengan jaminan BPKB motor masuk di akal, tapi meminjam triliunan pasti jaminannya besar juga. Karena prinsip yang berlaku saat ini tidak ada makan siang gratis. Jika suatu negara sudah terjebak dalam utang maka asing akan membuat negara tersebut kesulitan membayar utang dengan bunga yang sangat tinggi, bagaimana hendak melunasi hutang pokok yang ribuan triliun, membayar bunganya saja sudah triliunan negara kewalahan, belum lagi jika sudah jatuh tempo membayar utang jika telat bayar akan dapat sanksi, maka pihak asing akan menawarkan pinjaman berikutnya untuk membayar utang sehingga terbentuklah pola penjajahan ekonomi gali lobang tutup lobang dan jadilah negara pengutang tunduk pada tuannya yang memberikan utang.

Baca juga  Merayakan Panen Raya dengan Impor Beras

Jika pemimpin dan pemerintah di suatu negara adalah seorang laki-laki yang berilmu, berwawasan luas, berani tidak bisa di intervensi oleh asing, mampu membaca dan menganalisa masa depan negara, mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah di suatu dengan mandiri, bijaksana dalam mengambil keputusan, sholeh, zuhud, wara’ dan beriman serta taat kepada syariah maka negara dan rakyat akan mampu terbebas dari utang riba dengan memanfaatkan 100% kekayaan sumber daya alam dikelola secara mandiri untuk mengurusi kebutuhan rakyat, bukan malah menyerahkan sumber daya alam untuk dikelola oleh asing Amerika, Cina, Inggris dan negara-negara asing lainnya dan malah bergantung pada utang dan mengurusi rakyat dengan uang utang.

Baca juga  Mencintai Nabi Muhammad SAW

Begitulah pola pemerintahan dalam hukum Islam atau kekhilafahan Islam, yaitu mengurusi rakyat dengan 100% dari hasil sumber daya alam, bukan dari utang dan pemerintahan Islam yang seperti ini bukan hanya memandirikan suatu bangsa dalam mengolah dan menjaga kekayaan sumber daya alamnya, tapi juga mampu membebaskan negara dari utang riba karena riba dilarang dalam hukum Islam, serta yang lebih penting dapat mendatangkan rahmat dan ridho Allah SWT karena yang menjadi undang-undang dalam mengurusi rakyat adalah ajaran Islam sehingga negara tersebut menjadi negara yang penuh dengan keberkahan dari Allah SWT..Allahu a’lam bissawab


OPINI