Upah Proyek Tak Dibayarkan Kelurahan, Bapan Jateng Siap Dampingi Warga Temanggung


(Foto : internet)

SULBAR99.COM-TEMANGGUNG, Dr.Budiyono,S.H,.M.H Kepala Li BAPAN DPD Jawa Tengah, siap dampingi warga Dusun Glandangan terkait dugaan kasus penggelapan upah borongan proyek oleh oknum Kelurahan Karangwuni Kecamatan Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah.

Upah borongan proyek pembuatan benteng talud jembatan, Dusun Glandangan, Kelurahan Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, yang nilainya hanya sebesar Rp 10 Juta tidak dibayarkan. Sampai saat ini belum ada kabar dan kepastian diberikan oleh Pihak Kelurahan sesuai janjinya.

“Sejak Tahun 2017 sampai sekarang Kamis 27 Februari 2020 (Tiga Tahun), pemerintah setempat, khususnya Kelurahan Karangwuni belum ada itikad baik menyerahkan uang tenaga borongan pengerjaan proyek tersebut kepada warga Desa Glandangan,”tutur RK, warga setempat pada saat di konfirmasi, Kamis (27/2/2020)

Baca juga  Himbauan KPK Tentang Larangan Mobil Dinas Digunakan Mudik Lebaran dan Larangan Menerima Parcel Kurang Digubris di Sulbar

“Pengerjaan Proyek Renovasi Benteng Talud tersebut dikerjakan bergotong royong Warga satu dusun, sampai ada yang ijin belum bisa ikut hadir ngerjakan saja dikenakan denda Rp 50 ribu perhari sesuai kesepakatan warga,” lanjut RK

Warga masyarakat Glandangan akan adukan pokok permasalahan ini ke Bupati Temanggung, bahkan Gubernur jika aspirasi tersebut masih tetap tidak ditanggapi atau hak mereka tidak diberikan. “Maka warga akan berbondong bondong segera menemui dan menyampaikan pokok permasalahannya ke Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah,”tandas Wahyudi, Kabid Intelijen BAPAN DPD Jawa Tengah, saat diwawancarai beberapa awak media, usai mendapati dan menampung aspirasi masyarakat Dusun Glandangan yang didzolimi oknum kelurahan setempat.

Baca juga  Pelaku Korupsi Belum Tentu Pengambil Uang Negara

Masyarakat Dusun Glandangan, lanjut Wahyudi, merasa dianaktirikan, karena beberapa kali bantuan atau fasilitas program pemerintah sering kali tidak sampai di daerah Dusun Glandangan, seperti penerangan jalan. Dusun sekitar mendapatkan, tetapi di dusun Glandangan tidak mendapatkan maksimal seperti dusun atau desa desa lainnya.

Baca juga  Lagi, Tim JPU Kejari Wajo Kembali Menangkap Terpidana Kasus Perbankan

Semrntara itu, Dr.Budiyono,S.H,.M.H selaku Kepala Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li BAPAN) DPD Jawa Tengah, mengatakan, masyarakat sangat menyayangkan tindakan Oknum Pemerintah seperti tersebut. “Semoga hak hak mereka (Warga Dusun Glandangan) tetap harus dibayarkan, keadilan dan kebenaran harus tetap ditegakkan, walaupun langit akan runtuh,” ungkap Budiyono via telepon. (Firdauz)


ANTI KORUPSI