Terbaik terbaik

Dibaca : 47 kali.

UGD Puskesmas Ramah Anak, Taman Baca dan Pendaftaran Pasien Online Hadir di Pamboang


TANDA TANGAN. Bupati Majene tandatangani berkas peresmian UGD Puskesmas Ramah Anak, Taman Baca dan Pendaftaran pasien online. (Ist)

SULBAR99.COM-MAJENE-Bupati Majene, Fahmi Massiara meresmikan Gedung Unit
Gawat Darurat (UGD), Puskesmas Ramah Anak dan Taman Baca serta
Pendaftaran On Line,  sekaligus pengukuhan pengurus Saka Bakti Husada
UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pamboang, Selasa (10/09/2019)

Dalam sambutannya Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, bahwa pembangunan sarana di PKM,  ada indikator yang harus terpenuhi, salah
satunya adalah indikator di bidang manajemen, kemudian terintegrasi
dengan baik, karena semua itu menjadi tolak ukur dari pembangunan sarana dan prasarana di bidang Kesehatan.

Baca juga  Kodim 1401 Majene Gelar Komunikasi Sosial Dengan Aparat Pemda

“Ada standar pelayanan yang harus menjadi pedoman dasarnya. Saat ini
kita sangat butuh dokter umum dan dokter spesialis, namun peminatnya
sangat sedikit, seperti pada saat penerimaan CPNS kemarin di Majene.
Kita buka lowongan 11 Dokter spesialis, kenyataannya tidak ada yang
mendaftar,”ungkapnya.

Selain membuka lowongan dokter umum dan spesialis, kata Fahmi lowongan
pada dokter dokter gigi kami juga dibuka, namun yang mendaftar hanya 4
orang, inilah yang sampai saat ini menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Majene.

Baca juga  Puluhan Peserta Upacara HUT Proklamasi Pingsan

“Sementara di sisi lain pihak pemerintah dituntut untuk menyeimbangkan
antara pelayanan kesehatan dan sarananya, meski begitu Alhamdulillah
saat ini sudah selesai pembangunan UGD, Puskesmas Ramah Anak, Taman
Baca dan Pendaftaran On Line di Puskesmas Pamboang,”katanya.

Baca juga  Fatmawati Fahmi, Istri Bupati Majene Kembali Bagi-Bagi Sembako

Ia berharap kedepannya akan dapat segera terbangun RS Pratama yang akan
dibangun di Kecamatan yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Fahmi juga
menyampaikan pesan kepada semua tenaga kesehatan yang ada, supaya
dapat bekerja dengan baik.

“Karena biasanya kalau ditempatkan di daerah terpencil selalu saja
ingin pindah masuk ke dalam kota kembali, padahal waktu datang pertama
kali bermohon, mereka menyatakan bersedia ditempatkan dimana
saja,”pungkasnya.(Ali).