Tingkatkan IPM, FKIP Unsulbar Tergerak Kerjasama dengan Disdik Sulbar dan Dua Disdik Kabupaten


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FKIP Unsulbar dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Disdikpora Majene, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polman dan Balitbang Kabupaten Majene dilaksanakan, Senin, 6 September 2021, di Aula Laboratorium Terpadu Kampus Unsulbar Para Parang Majene.

Dihadiri Wakil Bupati Majene Aris Munandar, Wakil Rektor Unsulbar Anwar Suliling, Kadis. Dikbud. Sulbar Prof. Dr. Gufran, Dekan FKIP, Kadis Dikbud Polman Andi Masri Masdar, Kepala Balitbang Majene, Dekan Fakultas Pertanian Perikanan serta undangan lainnya.

Dekan FKIP Unsulbar Abdullah P, M. Pd mengatakan, dirinya bermaksud membangun kerjasama kemitraan dan mengsinergikan bersama membuka potensi yang ada di Sulbar, sekaligus menindaklanjuti MoU sebelumnya. “Beberapa tahun ini kami diberikan tanggung jawab oleh Balitbang Sulbar dalam meningkatkan IPM di Sulbar, karena kondisi saat ini IPM Sulbar masih berada pada peringkat bawah, dan kami selaku perguruan tinggi punya andil untuk dapat membangun bersama dalam hal peningkatan IPM tersebut,” ujarnya.

Baca juga  Peduli Masamba, Aliansi Mahasiswa KKN Malunda Galang Dana

Saat ini, lanjut Abdullah, Unsulbar berada dalam situasi kampus iklim merdeka, dimana mahasiswa sudah terjun langsung ke masyarakat dan tidak lagi di kampus. “Untuk pertama ini kami fokus di Majene dan Polman agar dapat efisien dalam pembiayaan mahasiswa karena saat ini masih swadaya,” jelasnya.

Selanjutnya Unsulbar dapat memenuhi kekurangan guru di daerah tertentu, dengan hadirnya mahasiswa langsung di daerah. “Ada 11 SLTP – SLTA yang saat ini telah ditempati oleh mahasiswa, yang berada di daerah terpencil. “FKIP disini adalah fakultas terbaru yang ada di Unsulbar, dan baru berjalan selama 3 tahun terakhir,” tandasnya.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof. Gufran mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih karena sudah difasilitasi bertemu langsung dengan dua kadis pendidikan sekaligus. “Perkembangan fiskal kabupaten di Sulbar masih dilanda covid19, dan alternatif jalan keluarnya adalah membangun kerjasama,” ungkapnya.

Prof Gufran menjelaskan, yang jadi persoalan mendasar di Dinas Pendidikan adalah pada tingkat SD, dimana saat ini kita berada pada posisi 28 nasional. “Saat ini kami menghapus 7 SMA yang ada di Mamasa, akibat tidak adanya siswanya,” ujarnya.

Baca juga  KEREN, Cara FKIP Unsulbar Edukasi Warga Panyampa Cegah Stunting

Wakil Rektor II Unsulbar Anwar Suliling mengatakan, Hari ini pihaknya membangun kerjasama yang lebih spesifik lagi dalam rangka memajukan pendidikan di Sulbar. “Kampus Merdeka – Merdeka Belajar yang dibuka oleh Kemenristek Dikti tentu dengan mengikuti 8 indikator yang telah ditetapkan. Dimana dewasa ini tidak harus menerima pembelajaran di kelas saja, namun diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang dimana pun yang dianggap diminta oleh para mahasiswa termasuk para dosen,” ujarnya setaya menyebut, termasuk praktisi akan diundang untuk dapat masuk ke kampus mengajar, karena ilmu praktisi tidak ada dalam mata kuliah manapun.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh FKIP, lanjutnya, ini tentu sangat didukung dan berharap di fakultas lainnya dapat pula melakukan hal yang sama. “Tentunya MoA yang ditanda tangani ini punya tindak lanjut kedepannya, bukan hanya berhenti saat ini saja, namun tetap harus dikawal dan menjadi perhatian tersendiri.
Berharap kedepannya Unsulbar akan dapat sejajar dengan PT lainnya yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Baca juga  Besok, Aliansi Peduli Unsulbar Unjuk Rasa. Ini Tuntutannya

Wakil Bupati Majene Aris Munandar, S. STP, MM mengungkapkan, selaku Pemkab Majene telah menetapkan sektor Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar di Majene, dimana kita bertekad untuk bersama sama meningkatkan kualitas pendidikan di Majene.

“Kami sangat mengapresiasi positif langkah yang dilakukan saat ini, dan pada lini pemerintahan dibawah yaitu camat dan lurah akan memberikan ruang kepada para Mahasiswa yang akan melakukan praktek langsung di lapangan ataupun di sekolah,” tandasnya.

Hari ini, lanjut Aris, Majene juga sudah melakukan vaksinasi massal kepada semua kalangan pelajar di Majene mulai dari tingkat SLTP sampai SLTA. “Tentu muaranya agar proses belajar mengajar di sekolah dapat terlaksana dengan normal kedepannya,” pungkasnya. (ril-ih)


KAMPUS