Terbaik terbaik

THR Pekerja Dicicil Lagi


Oleh: Yozii Asy Syarifah

Para pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih tertekan akibat dari pandemi COVID-19. Berdasarkan riset Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), pengusaha di sektor tersebut minta agar pembayaran tunjangan hari raya atau THR diberikan dengan cara dicicil sama pada saat tahun 2020 kemarin.
Keinginan oleh para pengusaha tekstil dan produk tekstil nasional dan juga disampaikan langsung oleh Apindo atau Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani saat webinar Indonesia Macro economic Update 2021. Dalam acara tersebut ada Kepala Badan Kebijakan Fiskal atau BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.

“Karena mereka ini termasuk yang waktu kami konfirmasi mereka meminta untuk pembayaran THR dicicil seperti hal nya tahun 2020 lalu,” kata Hariyadi dalam webinar Indonesia Macro economic Update 2021, Kamis (8/4/2021).

Baca juga  Narasi Menggelikan Negara Islami Bukan Negara Islam

Adapun Serikat pekerja menolak tegas jika pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini sama dengan tahun sebelumnya dengan skema cicilan oleh para pengusaha. Namun Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah mengatakan, mereka masih memikirkan dan akan melakukan pengkajian bersama terkait hal tersebut “Kami belum bisa sampaikan (skema THR tahun ini) karena kami masih mendengarkan dari berbagai stakeholder,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat 26/03/2021.

Menurutnya, masih ada waktu sebelum memutuskan skema THR yang tepat di tahun ini. Mereka akan membahas secepatnya bersama tripartite dan Dewan Pengupahan Nasional. “Saya kira kita masih punya waktu sampai putuskan THR 2021 seperti apa. Yang jelas THR adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk para pekerja selama bekerja 12 bulan dan seterusnya” jelasnya.

Baca juga  Harga Mahal Bagi Demokrasi

Dalam sistem sekuler kapitalisme memperlakukan para buruh berbeda dengan pengusaha atau kapitalis. Sehingga merugikan para pekerja buruh. Didalam sistem kapitalis buruh adalah tulang punggung sektor produksi. Buruh sebagai pekerja sementara pengusaha atau kapitalis sebagai yang memberikan pekerjaan. Sehingga yang terjadi adalah perbedaan kelas diantara mereka.
Perbedaan itu mengakibatkan perbedaan dalam hal upah. Bagi para pekerja buruh, mereka diupah berdasarkan status mereka, sekedar hanya dapat bertahan hidup untuk keluarganya. Sehingga kedzaliman dan hak-hak buruh sering terjadi.

Baca juga  Jejak Khilafah di Nusantara

Sementara sistem Islam sangat berbeda dengan sistem sekuler kapitalis. Didalam Islam semua umat dan termasuk para pekerja atau buruh diperlakukan sama. Para buruh diberikan upah berdasarkan hak mereka selama bekerja dan yang bertanggung jawab adalah pemerintah sebagai pemimpin. Maka kita tidak akan mendapatkan perlakuan dzolim kepada para pekerja atau buruh didalam Sistem Islam karena semuanya diatur berdasarkan syariat Islam.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, “Bayarlah upah kepada karyawan sebelum kering keringatnya, dan beri tahukan ketentuan gajinya terhadap apa yang dikerjakan.”

Wallahu a’lam bi ash-shawwab.