Terbaik terbaik

Dibaca : 67 kali.

Terungkap, Ternyata Persoalan Tinja (Kotoran Manusia) di Majene Cukup Besar


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Bappeda Majene menggelar Forum Group Discussion (FGD) I Penyiapan Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Kabupaten Majene digelar Kamis, 15 April 2021, di Hotel Villa Bogor Majene.

Dihadiri Bupati MajeneKepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulbar, Normansjah Wartabone, ST, M. Si, Kasubdit Sanitasi Wilayah III Kementerian PU PR, Perwakilan Bapeda Sulbar, Pimpinan OPD Terkait Kab. Majene : Ka. Bapeda, Ka. BKAD, Ka. BKP SDM, Kadis. PU PR, Kadis. LHK, Kadis. Kesehatan, Sekretaris Perkimtan, Camat Banggae dan Para Lurah

Baca juga  Larangan Mudik, Pemkab Majene Perketat Penjagaan Perbatasan

Bupati Majene Lukman dalam sambutannya mengatakan, selama hampir 5 tahun periodenya, dia berfikir bahwa tidak ada masalah terkait tinja. “Ternyata diakhir periode saya, justru baru saya tau kalau itu persoalan yang cukup besar, disebabkan karena tidak pernah adannya laporan yang masuk ke saya, mulai dari Ka. UPTD sampai ke Kadis nya belum ada juga yang datang melapor, ternyata ini adalah persoalan wajib,” ujarnya.

Baca juga  Jelang Idul Adha, Harga Cabai Tembus Rp 40 Ribu per Kilogram

Hal ini disebabkan Karena selama ini tidak ada komplaint dari masyarakat terkait tinja. “Yang selama ini dilakukan kebanyakaan warga kita adalah bila tangki penampungan mereka sudah full, maka akan membuka tangki penampungan yang baru lagi, inilah yang menjadi kekhawatiran kita, karena bila tangki tersebut banyak yang tersebar, tentu akan mengganggu pengolahan air tanah¬† yang peruntukannya air minum,” ujarnya.

Lukman menjelaskan, ini menjadi perhatian kita semua pada bantaran sungai Totoli, kita lihat saat ini sudah cukup kotor, bahkan sampai ada tempat pembuangan tinja disana, perlu segera dibongkar untuk dipindahkan.

Baca juga  Atasi Ketersediaan Darah PMI Majene, Kodim 1401 Donor Darah

“Hari ini kita akan membahas, tentang siapa dan mengerjakan apa, semua stakeholder yang terlibat didalamnya, dan ini adalah wajib hukumnya sesuai dengan PP yang berlaku, dan perlu perhatian khusus, karena bisa saja ini menjadi bom waktu bila kita tidak perduli mulai dari sekarang,” ujarnya. (Ih)