Terbaik terbaik

Dibaca : 47 kali.

Tersangka Dugaan Korupsi ADD Bababulo, Dilimpahkan ke Kejaksaan


Tersanka Dugaan Tipikor dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Majene

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Penyidik tipikor Satreskrim Polres Majene melimpahkan berkas perkara, dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Desa Bababulo, Kecamatan Pamboang ke Kejaksaan Negeri Majene, Senin (06/04/2020).

Kasat Reskrim Polres Majene,  AKP Jamaluddin, yang didampingi Kanit Tipikor Ipda Benedik usai melimpahkan berkas kedua tersangka mengatakan, berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejari Majene ini merupakan pelimpahan tahap II.

Baca juga  Upacara HUT Bhayangkara ke-73 Dipusatkan di Lapangan Betteng Pamboang

“Hari ini kita sudah melaksanakan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Majene dan disepakati dilakukan pelimpahan tahap II.  Pelimpahan tahap II ini adalah ketika penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti agar dapat memasuki proses persidangan,”ungkap AKP Jamaluddin.

Berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan ini dalam kasus dugaan korupsi dana desa dan alokasi dana desa, di Desa Bababulo, Kecamatan Pamboang, dengan tersangka kepala Desa Bababulo inisial TF dan staf Desa inisial AR.

Baca juga  Hakim PN Majene, Tolak Prapradilan Oknum LSM Tipikor

“Pelimpahan tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Majene menyatakan bahwa berkas perkara kasus tersebut lengkap atau P-21. Selain dua tersangka, kami juga melimpahkan berkas perkara empat tersangka oknum LSM Tipikor, inisial AM, SI, SN dan NN, keempat tersangka ini terkait kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi,”ungkap AKP Jamaluddin.

Baca juga  Sat Reskrim Polres Matra Tangkap Pelaku Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

Sementara itu, kuasa hukum dua tersangka kasus DD dan ADD Desa Bababulo, Mustamin dikonfirmasi usai berkas perkara  kliennya dilimpahkan ke Kejaksaan mengatakaan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajukan praperadilan.

“Yang kami sayangkan kenapa klien saya berkasnya masih tetap dilimpahkan ke Kejaksaan, padahal sudah mengembalikan kerugian Negara, ini namanya menabrak intruksi presiden,”ungkap Mustamin.(Alimukhtar)