Terkait RDP Komisi I DPRD Majene Soal Pilkaling, Ini Kata Asisten I Setda


Asisten I bidang pemerintahan Setda Majene, Nadhlah B Fattah. (Foto : istimewa)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Sekaitan dengan Rapat dengar Pendapat (RDP) komisi I DPRD, Rabu (9/2/2021) di gedung DPRD Majene, yang membahas masalah proses pemilihan kepala Lingkungan, Asisten I bidang pemerintahan Setda Majene, Nadhlah B Fattah mengatakan, perlu kita ketahui bahwa pada akhir bulan Desember 2020, beberapa kelurahan di kecamatan Banggae Majene, menggelar pemilihan kepala lingkungan.

“Diantaranya kelurahan Pangali ali, Rangas, Galung dan kelurahan Totoli. Dari 4 kelurahan tersebut, proses pemilihan kaling di kelurahan Pangali ali menuai protes dari warganya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, untuk kelurahan Pangali ali, lingkungan yang melaksanakan pilkaling adalah Lingkungan Pangali ali, Tanangan, Tanangan Barat, Pa’leo, Pa’leo tobanda dan Rusung.

Baca juga  Sambut Pilkada Serentak 2020, Disdukcapil Majene Finalisasi Perekaman Keliling e-KTP

RDP tadi, lanjut Nadhlah, dirinya sharing pengalaman sewaktu menjabat camat Banggae Timur. “Ada beberapa kelurahan yang melaksanakan pilkaling, pada waktu itu saya pesan kepada Lurah supaya membangun komunikasi dengan warga sekaitan dengan proses pemilihan, yang terjadi saat itu ada yang melaksanakan pilkaling langsung, dan ada juga yang melalui musyawarah mufakat,” ujarnya.

Ditambahkan, di RDP tadi, laporan dari lurah Pangali ali terkhusus tahapan yang dilakukan ternyata ada perbedaan di dalamnya. “Hasil penjaringan calon yang diserahkan ke warga melalui musyawarah dan diberitaacarakan. Namun dalam musyawarah tersebut, belum ada nama yang muncul sebagai kaling, hanya sebatas calon kaling,” tambahnya.

Baca juga  Pasca Cuti Kampanye, Lukman Segera Dilantik Jadi Bupati Majene

Di masing-masing lingkungan bervariasi jumlah calon kaling, ada 2,3 5 dan sebagainya, belum ada calon tunggal. Selanjutnya dari beberapa nama calon dibawa ke kelurahan Pangali ali untuk dinilai oleh pansel, kira-kira siapa yang layak jadi kaling. “Pansel yang dibentuk Lurah Terdiri dari Lurah Pangali ali, Babinsa, bhabinkamtibmas, seklur, kasi pemerintahan dan Bendahara,” tambahnya.

Seharusnya, tambah Nadhlah, Musyawarah yang dilakukan di kelurahan harusnya diikuti dan dihadiri oleh beberapa perwakilan misalnya tomas, toga, toda, kaum perempuan, pemuda, dan lain-lain. “Dari pansel inilah muncul nama 1 orang yang ditunjuk sebagai kaling dan di SK kan oleh Lurah pangali ali,” tambahnya.

Baca juga  Harga gas LPG Tiga Kg Meroket hingga Rp.25ribu, Buntut Langkanya di Pasaran

Dari kehadiran beberapa perwakilan untuk musyawarah dan mufakat untuk mengerucutkan. Dari misalnya 3 nama calon menjadi 1 yang akan ditetapkan menjadi kaling melalui hasil musyawarah. Tidak usah ada pansel, karena ada perwakilan.

“Lurah tugasnya memfasilitasi jalannya proses pemilihan sampai dengan terbitnya SK. Ini tidak terlaksana di kelurahan, yang ada di kelurahan pangali ali adalah Pansel,” ujarnya.

Selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nadhlah berharap supaya tetap membangun komunikasi secara berjenjang mulai dari lingkungan, kelurahan, kecamatan dan seterusnya, sehingga sinergitas tetap terjaga dan berjalan dengan baik, jangan jalan sendiri sendiri. (Firdauz)


DAERAH