Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

Terkait Orang Kedua Positif Covid-19, Dinkes Sulbar Lakukan Penyelidikan Epidemiologi


SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan rilis bahwa terdapat tambahan orang positif covid-19 di Sulawesi Barat. Sehingga saat ini, provinsi Sulbar telah terkonfirmasi dua orang positif covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Alief Satria yang dikonfirmasi Senin (6/4/2020) terkait hal tersebut mengaku sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap orang yang kedua dinyatakan positif oleh Kemenkes tersebut. “Staf saya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi dengan kontak-kontaknya itu,” ungkap dr. Alif.

Baca juga  30 Tenaga Medis PKM Tammeroddo Dilatih Cegah dan Kendalikan Infeksi

Sekadar diketahui, epidemiologi merupakan ilmu tentang penyebaran penyakit menular pada manusia dan faktor yang dapat mempengaruhi penyebarannya.

Menurutnya, meskipun pasien kedua tersebut tidak pernah dirawat di Sulbar, dirinya berkewajiban menelusuri riwayat orang tersebut. “Bukan kami yang rawat, tidak pernah saya tahu. Kalau sudah masuk di Sulbar, kita berkewajiban menelusuri. Dia (dirawat) di Sulawesi Selatan sekarang, menurut informasi terakhir dari keluarga. Kita sementara lakukan penyelidikan Epidemiologi, kontak dengan siapa, kapan kontak terakhir, nah itu sementara kita lakukan. Itu perlu waktu,”tegasnya.

Baca juga  Hingga Hari Ini, 20 Pasien Positif Covid19 di Sulbar Dinyatakan Sembuh

Kadinkes Sulbar itu sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat terhadap apa yang sudah dilakukan timnya dalam menangani covid-19 di Sulbar. “Teman-teman yang lagi kerja, seperti surveilens dan juga yang ada kamar isolasi sudah mulai kelelahan juga, walaupun belum seberapa kelihatan. Itu kerjanya mereka sudah sangat berbahaya,” tandas dr. Alif.

Baca juga  Batal Dirujuk ke RS. Regional, Seorang Warga Kandemeng Positif Rapid Test Isolasi Mandiri

Saya cuma minta dukungan, lanjut dr. Alif supaya jangan sampai mereka lelah menghadapi persoalan psikologis yang tidak-tidak. “Beri dukungan, jangan membully staf yang sudah bekerja, mereka sudah mulai lelah,” tutup dr. Alif. (Satriawan)