Terdakwa Pembunuhan Ayah Kandung di Ulumanda Dituntut Seumur Hidup Oleh JPU


Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Nursurya, SH, MH.

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Majene menuntut terdakwa Ahmad Ali (40), warga dusun Limba,  Desa Salutambung,  Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene dengan tuntutan seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri bernama Tunjang,  pada sidang di Pengadilan Negeri Majene, Senin (6/12/2021).

Tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ridwan R, SH secara virtual mengatakan, Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di Persidangan, maka sampailah  kepada pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan kepada Terdakwa.

“Sebagaimana diketahui bahwa Terdakwa diajukan ke depan persidangan dengan dakwaan  tuntutan hukuman terhadap terdakwa Ahmad Ali tersebut sudah sesuai dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP,  subsider Pasal 338 KUHP lebih subsider Pasal 351,  ayat 3 KUHP 55 KUHP,” ujar Ridwan, Senin (6/12/2021).

Baca juga  Salut, Camat Ulumanda Dirikan Posko Covid-19, Tak Biarkan Masuk Warga Sebelum Diperiksa

Menurut Ridwan, Atas dasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan ketererangan saksi yang kami miliki, maka dengan ini terdakwa Ahmad Ali terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan pasal 340 KUHP.

“Maka JPU dengan ini meminta hakim ketua untuk menghukum terdakwa dengan hukuman pidana penjara seumur hidup. Selanjutnya hal-hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa membuat trauma bagi keluarga, korban adalah bapak kandung terdakwa, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa tidak menunjukkan rasa penyesalan, perbuatan terdakwa dilakukan dengan cara yang sadis. Tidak ada hal yang meringankan bagi terdakwa,” tegasnya.

Baca juga  Hina Polisi di Media Sosial, Dua Pemuda di Pasangkayu Diciduk

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Majene Nursurya ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dalam kasus Ahmad Ali,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipersidangan berkeyakinan dapat membuktikan unsur pasal 340 KUHP, dengan pembunuhan berencana.

“Sehingga JPU berkeyakinan dan sesuai dengan SOP,  kami mengajukan tuntutan berjenjang melalui Jampidum, Alhamdulillah disetujui oleh pimpinan dengan ancaman seumur hidup, mudah-mudahan Majelis Hakim sependapat dengan JPU dengan fakta persidangan,  mudah-mudahan membuat efek jera bagi pelaku dan juga bagi masyarakat luas agar bisa menghargai orang tua kandung,“ ujar Nursurya.

Baca juga  Ketua Komisi III DPRD Majene : Beri Perhatian Khusus Kepada Tim Medis

Ditempat terpisah Hasrafuddin, kuasa hukum terdakwa Ahmad Ali, dalam persidangan menyatakan kepada Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Majene bahwa pihaknya akan membacakan nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan dari JPU tersebut dengan secara lisan.

“Kepada Majelis Hakim yang mulia, bahwa berdasarkan fakta dipersidangan, baik keterangan dari saksi-saksi maupun dari terdakwa, selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan tidak sependapat dengan tuntutan seumur hidup, olehnya itu mohon pertimbangan dari Majelis Hakim,” kata Asrafuddin.(Ali)