Terbaik terbaik

Dibaca : 57 kali.

Tenaga Kebersihan Hanya 10 Orang, Sejumlah Selokan di Majene Dipenuhi Lumpur dan Sampah


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Dampak serius penyumbatan selokan di dalam kota Kabupaten Majene menimbulkan banjir di saat hujan. Beberapa selokan terlihat terjadi pendangkalan seperti di jalan poros dan dan jalan menuju kantor KUA Baggae Timur, samping polres Majene, jalan Syekh Abdul Manan, jalan menuju Rusun dan pasar sentral Majene.

Kepala Dinas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Surya, saat dihubungi melalui seluler mengungkapkan, masalah itu sudah diupayakan, namun karena kekurangan orang. “Saat ini hanya ada sepuluh tenaga kebersihan, jadi kami kewalahan masalah itu, tapi kami akan kerjakan semuanya nantinya,” ungkapnya.

Surya yang saat disambangi di ruang kerjanya namun dirinya di luar sehingga dihubungi via telepon menambahkan, semua tahu bahwa kemampuan pemerintah untuk menjaga ratusan kilometer selokan yang ada sangatlah terbatas. “Sudah seharusnya kita menjaga selokan yang ada di depan rumah atau toko kita sendiri. Coba jika setiap orang merasa peduli terhadap selokan di depan rumahnya atau tokonya, maka bisa kita bayangkan pasti tidak ada selokan yang mampet dan penuh sampah, sehingga air hujan yang jatuh bisa mengalir ke dalam selokan dengan lancar dan tidak mungkin ada air yang tergenang di jalan,” tegasnya.

Baca juga  Bahas RAPBD 2020, TAPD Pemkab Majene Dicecar Sejumlah Pertanyaan

Pantauan sulbar99news.com, sejumlah selokan yang kotor. Sampah-sampah plastik, dan limbah rumah tangga dibuang begitu saja ke selokan tersebut. Warga sekitar mungkin sudah terbiasa dan menjadikan sebuah tradisi untuk membuang sampah ke kali. pemerintah setempat harus memberikan papan larangan,denda dan ancaman pidana agar agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan seperti limbah rumah tangga dan sebagainya ke kali tersebut, agar masyarakat sadar dengan kebersihan lingkungan dan dampak bahaya yang mengancam.

Baca juga  Keluar dari Majene, Tidak Diperkenankan Lagi Kembali ke Majene, Kecuali?

Warga seharusnya sadar dan tergerak untuk menangani masalah ini. Apakah mereka tidak khawatir jika nantinya selokan tersebut menjadi mampet dan menimbulkan banyak penyakit berbahaya? Mereka seharusnya dapat menjaga selokan tersebut bukan malah menjadikannya sebagai tempat sampah praktis.

Sekadar diketahui, ada cara mudah untuk menjaga kebersihan selokan yaitu dengan Tidak membuang limbah rumah tangga langsung ke saluran pembuangan air. Selain dapat menyebabkan air terkontaminasi, saluran yang tersumbat sampah juga berakibat pada meluapnya air atau banjir.

Baca juga  Komisi I DPRD Sulbar Bagikan Suplemen dan Masker di Posko Covid19 Katitting

Tidak membuang limbah kimia ke lubang saluran air karena dapat merusak ekosistem sungai dan laut agar tidak mencemari air. Karena mereka berkontribusi besar terhadap pertumbuhan parasit, bakteri dan virus di dalam air.

Tidak membuang sesuatu ke sungai atau benda lainnya di dekat aliran air.Atau puing-puing taman seperti daun, cabang dan potongan rumput dengan jumlah yang berlebih cukup berbahaya bagi saluran air kita.

Menjaga dan melindungi tepian saluran air. Membiarkan vegetasi asli untuk tumbuh bebas dalam jarak 10-kaki sepanjang tepi sungai untuk mengurangi erosi dan membantu menyaring polutan. (Syarifuddin Andi)