Terbaik terbaik

Tegas, Bis Angkutan Umum di Perbatasan Polman Pinrang Disuruh Putar Balik


Ilustrasi, salah satu kendaraan bis angkutan umum. (Foto : balipost.com)

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Hingga hari ini, Senin (18/5/2020), orang yang melintas di perbatasan Polman Pinrang yang berKTP Sulbar sudah cukup banyak, demikian pula kendaraan yang disuruh putar balik juga cukup banyak, salah satunya bis angkutan umum dari Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas yang dihubungi, Senin (18/5/2020) mengatakan,  data pasti untuk kendaraan yang disuruh putar balik  tidak ada, “Kawan kawan di lapangan begitu (ada kendaraan) datang disuruh putar balik, data kita hanya data yang melintas saja,” ujar Khaeruddin Anas.

Baca juga  Satlantas Polres Polman Terima Penghargaan Dari Kapolri

Yang utama, lanjut Khaeruddin adalah orang yang  masuk. “Bisa diawasi tidak, itu yang  kemarin ada beberapa bis disuruh balik pulang, bis dari Makassar. Tetap mobilnya disuruh putar balik, cuma  yang berKTP Sulbar, dihubungi tim gugus tugasnya untuk dilakukan pengawasan,” lanjutnya.

Khaeruddin menambahkan, para pendatang yang melintas di perbatasan Polman Pinrang ini berbagai alasan yang dilontarkan agar bisa masuk ke Sulbar. “Macam-macam alasannya, seperti ada yang beralasan saya baru kemarin dari sana. Tidak mungkin kita mau larang, yang pokok orang yang  masuk diawasi, “ lanjutnya.

Baca juga  Bupati Majene Berharap, Stikes Marendeng Mampu Pertahankan Eksistensi

Kadis Perhubungan itu mengatakan, hingga saat ini, pembatasan orang masuk di Polman masih terus dilakukan. “ Masih berposko. Tadi saya koordinasi staf, untuk turunkan lagi personil diposko Paku, Sarjo dan Posko di Mamuju Tengah,” urainya.

Baca juga  Dua Hari Pasca Dinyatakan Positif Covid-19, Begini Kondisi Pj. Sekda Majene

 Kaheruddin mengungkapkan, melarang warga mudik itu memang susah juga. “Larangan mudik, memang susah juga, yang pokok bagaimana mengurangi penyebaran covid19, bukan larangan mudiknya.  Kasus yang ada di Sulbar, baik di kandemeng, Campalagian maupun di Pontanakayyang, sama, kasusnya orang dari luar,” pungkas Khaeruddin. (Satriawan)