Terbaik terbaik

Dibaca : 107 kali.

Tarhib Ramadan


Oleh: Salma
(Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sulawesi Barat)

Ramadan, satu kata yang hanya dengan mengingatnya saja rasanya sudah sangat membahagiakan bagi umat Islam. Bulan mulia yang hanya kita dapati sekali setahun.
Ada banyak alasan kenapa orang berbahagia dengan datangnya ramadan. Contohnya saja ada yang berbahagia karena bisa obrog-obrog, ngabuburit, bukber, sahur on the road, takbiran keliling, mudik, dll.

Sayangnya, tak jarang umat Islam yang menyadari bahwa bergembira dan bersiap menyambut datangnya ramadan adalah perintah syara’. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang bergembira atas tibanya bulan ramadan, niscaya Allah haramkan jasadnya dimakan api neraka.”

Baca juga  Do’a Semua Agama, Apakah Termasuk Toleransi?

Dalam redaksi hadits yang lain juga disebutkan bahwa seseorang yang sekadar terpancar rasa kebahagiaan di hatinya menyambut datangnya bulan ramadan saja sudah mampu menghapus dosa dan kesalahannya serta menyelamatkannya dari azab api neraka.

Namun, ada yang berbeda pada ramadan kali ini. Aktivitas umat Islam kini serba dibatasi oleh pandemic yang belum kunjung reda. Hal ini bisa kita lihat dari Surat Edaran Kemenag Nomor 03 Tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Salah satu panduan ibadah yang diatur yakni pembatasan waktu kegiatan ceramah, pengajian, hingga tausiah selama ramadan dengan durasi maksimal 15 menit.

Baca juga  Bank Syariah, Ekonomi Syariah, dan Sistem Islam

Tidak berhenti sampai di situ, dilansir dari Kompas.com, (10/4/2021), pemerintah juga telah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Derita umat makin berkepanjangan setelah 100 tahun ketiadaan kepemimpinan Islam. Banyak masalah yang tak teratasi dengan baik di bawah naungan rezim saat ini. Terutama wabah covid yang belum juga usai sejak kemunculannya di tahun 2019 lalu. Sangat berbeda dengan durasi singkat wabah thaun yang muncul di zaman rasulullah. Hal ini tentu saja dikarenakan oleh penangan wabah yang tepat di bawah kepemimpinan rasulullah. Kepemimpinan yang tentu saja bersumber dari aturan Islam.
Maka dari itu, kita sebagai umat Islam sudah sepatutnya menyiapkan diri untuk mengarahkan energi selama ramadan. Lebih utuh dalam memahami Islam dan menebar kesadaran untuk memperjuangkan tegaknya Islam kaffah. Karena telah terbukti hanya di bawah kepemimpinan Islamlah penderitaan rakyat benar-benar diperhatikan. Wallahu a’lam bi ash showwab.

Baca juga  Tipu-tipu Rezim Demokrasi untuk Klaim Keberhasilan Penanganan Pandemi