Tak Terima Rekannya Ditahan Polisi, Mahasiswa Demo di Depan Mapolres Majene


Ratusan Mahasiswa Menggelar Aksi Demo di Depan Mapolres Majene

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majene menggelar aksi demo di depan Mapolres Majene, Sulawesi Barat. Sambil membakar ban di badan jalan massa aksi juga memblokade jalan Trans Sulbar dengan menutup akses di depan Mapolres Majene, Kamis (7/10/2021).

Massa menuntut pembebasan tiga rekan mereka yang ditahan di Mapolres Majene. Penahanan ketiga rekan mereka karena diduga terlibat aksi pemukulan dua anggota Polres Majene saat demontrasi di depan Kantor Bupati Majene beberapa hari lalu.

Salah seorang peserta Aksi, Ramli mengatakan aksi demonstrasi mahasiswa ini menuntuk agar rekannya yang ditahan Polisi segera dibebaskan, mereka juga menuntut agar kapolres Majene dicopot dari Jabatannya.

Baca juga  Nelayan Hilang di Majene Ditemukan Terombang Ambing di Laut

“Kami melakukan aksi disini ini meminta agar ketiga kader HMI yang ditahan Polisi dibebaskan hari ini juga, karena kami menganggap terjadinya polemik yang ada adalah ulah dari pihak Polisi yang memicu perseteruan antara pihak HMI dengan pihak Kepolisian,” kata Ramli

Menurut Ramli, aksi demonstrasi sebegai bentuk keprihatinan atas penahanan tiga rekan mahasiswa HMI yang melakukan aksi di depan Kantor Bupati Majene.”Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan tetap melakukan aksi sampai tiga rekan kami dibebaskan,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian kepada wartawan menjelaskan, Menyikapi kejadian aksi mahasiswa (Kader HMI) di depan Kantor Bupati tempo lalu yang sempat mengakibatkan gesekan dengan petugas dan berujung pada pemukulan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa kepada petugas. 

Baca juga  Terbaru, 2.029 orang Luka Ringan, 69 Luka Berat, 10 Meninggal dan 3 Belum Ditemukan Akibat Gempa di Majene

Di depan awak media, Kamis (7/10/21) di Aula Mapolres, Kapolres menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan penahanan kepada tiga oknum terduga kasus pemukulan saat aksi di Kantor Daerah tepatnya 30 September 2021 lalu berdasarkan bukti kuat baik melalui keterangan saksi, rekaman vidio, hasil visum dan pendukung lainnya. 

“Kejadian tersebut berawal, saat petugas hendak membuka jalan dan menghalangi mahasiswa membakar ban di badan jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan menghambat arus lalu lintas, tiba-tiba oknum mahasiswa melakukan pemukulan kepada petugas,” terang Febryanto. 

Baca juga  Arteria Dahlan vs Anak Jenderal TNI, Sama-sama Buat Laporan Polisi

Yang lebih miris kata Kapolres, petugas yang di pukuli saat berlari dan terjatuh ke got bahkan masih pula dihujani pukulan dari para oknum, Atas perbuatannya ketiga mahsiswa dijerat dengan pasal 170, 351 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. 

“Sebenarnya jujur kami menyayangkan aks tersebut kami datang utuk mengamankan kenapa justru kami diperlakukan demikian,  terkait tudingan balik bahwa ada juga oknum Polisi yang melakukan pemukulan, jika memang benar kenapa belum ada yang datang melapor hingga hari ini,” pungkasnya.(Indra Saputra).