Sulbar Kondisi Akut Kronis Prevalansi Stunting, Tertinggi Kedua di Indonesia Setelah NTT

  • Bagikan
STUNTING. Rapat membahas penanganan Stunting di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene. Majene tertinggi stunting di Sulawesi Barat. (Ist)

SULBAR99.COM-MAJENE—Provinsi Sulawesi Barat berada pada kondisi akut kronis dengan prevalensi stunting di atas 20% yaitu sebesar 40,1% dan menduduki peringkat kedua tertinggi stunting di Indonesia setelah provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten Majene sendiri memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat. Situasi ini jika tidak segera diatasi maka akan dapat mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini diungkapkan Bupati Majene H. Fahmi Massiara, SH, MH dalam sambutannya pada kegiatan rapat teknis penyusunan dan pembahasan draft peraturan bupati tentang peran desa dalam penururanan stunting tingkat kabupaten majene di ruang rapat Wakil Bupati Majene, Kamis (11/7/2019)

“Saat ini kita telah melalui beberapa tahapan aksi konvergensi di tingkat kabupaten dimulai dari analisis situasi, hingga pada pelaksanaan rembuk stunting pada bulan kemarin, saya harap semangat ini tidak pernah kendor dan terus bersama menjadi motor dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Majene demi sebuah itikad baik yaitu menyelamatkan generasi kita dari keterbelakangan dan kekurangan gizi,” ujar Fahmi Massiara.

Lebih jauh Fahmi Massiara mengatakan, kegiatan rapat teknis pembahasan draft peraturan Bupati Majene tentang peran desa tingkat Kabupaten Majene pada hari ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerintah di level desa untuk turut serta memberikan peran dan sumbangsih penganggaran melalui Dana Desa & ADD dalam mendukung penurunan prevalensi stunting di kabupaten Majene.

 “Saya juga berharap ke depan akan terus bermunculan perencanaan kegiatan pada OPD dan Desa yang sifatnya inspiratif, replikatif dan inovatif yang dapat tercipta sehingga menjadi sebuah kolaborasi yang efektif dan berkesinambungan menjadi sebuah gerakan konfergensi yang sempurn,” Tambah mantan Camat Banggae tersebut.

Selain itu, Bupati Majene mengatakan bahwa saat ini Majene  sudah berada pada tahap ke- 4 dari delapan tahapan aksi percepatan penanganan stunting di Majene. “Yang utama saat ini adalah tersosialisasinya stunting ini disemua lini. Tahapan-tahapan  ini dapat berjalan dengan baik & supaya dapat dievaluasi setiap selesai tahapannya,” Kunci Fahmi. (IH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *