Sukses Tangani Stunting, Majene Terpilih sebagai Obyek Film Dokumenter Program HALS


Wakil Bupati Majene Lukman saat diwawancarai dan didokumentasikan.

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Majene terpilih mewakili kawasan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur terkait Program Hibah Air Limbah Setempat (HALS) karena dinilai mampu menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan mendorong perilaku hidup yang sehat bagi warga.

Nur Hasanah, Tenaga Ahli Monev Konsultan Baseline Survey dan Verifikasi, Program Hibah Air Limbah Setempat, Dit. Sanitasi, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, menyampaikan, pengambilan film Dokumenter dalam rangka “Best Practice” untuk program Hibah Air Limbah Setempat atau “HALS” di seluruh Indonesia. “Dan untuk Wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur itu diambil dokumentasinya dari Kabupaten Majene. Dimana dari Seluruh Indonesia ada 49 Kabupaten/Kota yang kami ambil dokumentasinya,” ujarnya.

Baca juga  15 Dusun di Malunda dan Ulumanda Butuh Direlokasi

Dalam pelaksanaan pengambilan video dokumenter ini, lanjut Nur Hasanah, terbagi atas tiga bagian, meliputi Bagian Barat Indonesia meliputi Jawa Wilayah satu, Sumatera untuk wilayah dua, dan untuk wilayah tiga meliputi Indonesia Tengah dan Timur. “Kami memilih Kabupaten Majene sebagai perwakilan dari wilayah tiga karena penanganan stunting yang sangat sukses disini. Dan yang paling utama adalah adanya kolaborasi pembiayaan yang masuk dalam program HALS ini, pertama dari APBN berupa dana hibah beruapa pembuatan Septick Tank juga sharing dari Pemda Majene berupa pembuatan MCK untuk warga,” ungkapnya.

Selain itu, Majene juga dipilih karena adanya dana swadaya dari warga untuk membuat bilik WC.

Baca juga  Tiga Fraksi DPRD Majene Sampaikan Pandangan Umum

Wakil Bupati Majene H. Lukman, S. Pd, M. Pd sangat bersyukur karena Kabupaten Majene dianggap berhasil dalam pelaksanaan program HALS.
“Kita telah berpartisipasi dalam program “HALS” sejak tahun 2017 hingga sekarang, sudah ratusan tangki septik individu yang telah dibangun di masyarakat,” ungkap Lukman.

Salah satunya di Kelurahan Rangas yang lokasinya berada tak jauh dari pesisir pantai. “Kelurahan inilah yang menjadi salah satu contoh keberhasilan penerapan program hibah air limbah setempat,” tambahnya.

Dengan adanya sinergitas antara pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat sehingga program HALS ini berhasil dinikmati oleh semua warga pesisir. “Kami sekarang konsentrasi membangun Kota Majene menjadi 100 – 0 – 100. Program ini merupakan sebuah program menuju pemenuhan target tiga sektor antara lain pemenuhan 100 persen akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0 persen, dan pemenuhan 100 persen akses  sanitasi  layak,” tambahnya.

Baca juga  Terdampak Covid-19, APBD Majene 2021 Berkurang Rp 45 M

Dengan adanya program hibah air limbah setempat ini, mampu menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan mendorong perilaku hidup yang sehat bagi warga.

Sementara itu, Kepala Bapeda Andi Adlina yang turut serta mendampingi Bupati Majene menyampaikan, perubahan positif semakin terasa sejak infrastruktur ini dibangun, yang paling menggembirakan adalah angka stunting berangsur menurun. “Majene tak lagi menempati urutan pertama di Sulawesi Barat,” pungkas Andi Tayang, panggikan akrab Andi Adlina. (Ih)


DAERAH