Sudah Jenjang SMP hingga SMA, Tapi Tabungan Pelajarnya Masih Disimpan Kepsek SD di Sayoang


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang diperuntukkan khusus siswa atau pelajar bertujuan untuk mengedukasi dan mendorong budaya menabung sejak dini.

SDN 23 Sayoang Kabupaten Polman, memiliki 53 siswa, kepala sekolah dan guru berkantor di ruangan perpustakaan dan hanya memiliki tiga ruang kelas belajar (RKB). Sebanyak 23 siswa yang terdata akan mendapatkan tabungan simpan pelajar.

Buku tabungan pelajar untuk orang tua murid tahun 2015/2016, buku tabungan siswanya belum diserahkan ke orang tua murid, padahal buku simpel tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan mendorong budaya menabung sejak dini.

Baca juga  Hari Ini Pertama di Sulbar, Majene Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Akibatnya, kepala SDN 23 Sayoang Adawia SPdI yang seharusnya mendorong budaya menabung sejak dini kepada siswanya, justru masih menyimpan buku tabungan pelajar siswanya sampai anak anak tersebut duduk di pendidikan menengah atas (SMA).

Adawia S.Pdi saat di konfirmasi beberapa hari lalu, berjanji akan memanggil orang tua murid dan memberikan kepada orang tua siswa buku tabungan pelajar.

Baca juga  Plt. Kadisdikpora Minta Semua Sekolah di Majene Bisa Jadi Adiwiyata

Menurut pengakuan salah seorang orang tua siswa, Adawia ternyata memanggil orang tua murid dengan maksud ingin mengetahui orang tua mana yang melaporkan persolan ini kepada wartawan. Dia hanya menyampaikan buku rekening simpanan BRI simpel hanya bisa diberikan saat anak/siswa tamat sekolah sehingga buku simpel masih dipegang Adawia sampai saat ini.

Lain halnya dengan SDN 004 Mombi, yang satu kecamatan dengan SD 23 Sayoang, kepala sekolah menyerahkan langsung kepada orang tua muridnya yang betul betul ingin mendorong dan mengajarkan budaya menabung sejak dini siswanya.

Baca juga  Membentuk Perempuan Cerdas, GOW Majene Gelar Pelatihan IT

Sekadar diketahui, Kepala Sekolah tidak boleh menyimpan buku tabungan siswa-siswa SD, khususnya yang sudah naik ke jenjang SMP. Kepala Sekolah yang tetap menyimpan buku tabungan siswa SD yang sudah naik ke jenjang SMP akan menyusahkan siswa tersebut ketika akan mencairkan dana PIP SMP ketika siswa sudah di jenjang SMP. (Syarifuddin Andi)