Dibaca : 97 kali.

Sosialisasi Perda di Pemukiman Terdampak Gempa, Dalif Arsyad Bawa Pulang ‘PR’


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Seperti biasa pada masa sidang berjalan, wakil rakyat kembali turun lapangan, baik kunjungan dapil, temu konstituen, reses ataupun sosialisasi peraturan daerah. Sekretaris komisi 1, DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dalif Arsyad melaksanakan sosialisasi Perda di salah satu daerah pemilihan di dusun Tammalssu, desa kayuangin, kecamatan malunda, Jumat (30/4/2021).

Meski dalam ruangan rumah ibadah sementara, namun acara berlangsung secara hikmat, keakraban terlihat saat tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepala dusun juga warga setempat ikut dalam gelaran pertemuan dengan agenda penyampaian informasi melalui sosialisasi peraturan daerah Provinsi Sulawesi Barat.

Disebutkan, peraturan daerah provinsi Sulawesi Barat nomor 3 tahun 2016 menitip beratkan kepada pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. penyalahgunaan dapat berakibat kepada ketergantungan dan membahayakan perkembangan sumber daya manusia dan mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

“Untuk mencegah meningkatnya jumlah penyalahgunaan dan korban penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya perlu dilakukan upaya pencegahannya, apalagi korbannya kebanyakan menyasar kepada generasi bangsa. Bisa dibayangkan jika generasi kita rusak bagaimana nasib bangsa kedepannya. Olehnya demikian dalam kesempatan ini saya berharap, dari usia anak, remaja juga yang dewasa, jangan sekali-kali menyentuh, apalagi sampai berniat mengkonsumsi, itu akan berpengaruh buruk pada kesehatan, mental juga perilaku sehari hari kita,” pesan Dalif.

Baca juga  Ketua DPRD Sulbar Tinjau Sejumlah Proyek Pembangunan di Mamuju

Selain menjelaskan dampak buruk penggunaan zat adiktif, politisi PKB ini juga berharap peran penting orang tua tetap dikedepankan dalam pembinaan serta pembimbingan perilaku, tabiat, pergaulan anak tetap pada rel yang benar. “Peran orang tua sangatlah penting dalam pengawasan anak, mulai dengan siapa dia bergaul, apa yang dia lakukan saat di luar rumah, dan kegiatannya bisa terjadwal dengan baik,” harapnya.

Sementara, salah satu perwakilan tokoh pemuda, Ihsan,
saat sesi dialog menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Dengan dialek khas dan santun, satu persatu dijelaskan, pasca gempa (Desa Maliaya termasuk salah satu terdampak gempa terbilang parah), rehabilitasi infrastruktur mulai dari sarana ibadah, drainase juga fasilitas umum lainnya tak kunjung ada perhatian dari pemerintah provinsi Sulawesi Barat. “Keprihatinan saya sedikit lega, semenjak pasca gempa, hingga hari ini tak satupun anggota dewan provinsi Dapil Majene datang melihat kondisi kami, pertama hari ini kami dikunjungi salah seorang anggota DPRD sebagai tempat keluh kesah sekaligus ada PR buat bapak. Perlu dicatat, hingga hari ini tak satupun bantuan dari pemprov sulbar masuk di dusun Tammalassu, kalau bantuan perorangan, swadaya, lembaga, pemerintah pusat itu ada dan kami merasakan manfaatnya, termasuk rumah ibadah yang sementara kita tempati ini masih darurat. Mudah mudahan kehadiran bapak, keluh kesah masyarakat Tammalassu pelan pelan dapat teratasi,” harap Ihsan.

Baca juga  DPRD Apresiasi Langkah Pemkab Majene Sikapi Ancaman Virus Corona

Merespon penyampaian salah seorang warga, sekretaris pansus pemulihan ekonomi dan sosial ini membenarkan belum adanya bantuan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi harus melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Kita tidak bisa juga menyalahkan pemerintah provinsi Sulbar karena lambatnya respon bahkan belum adanya perhatian. Kalau bantuan secara pribadi baik para pimpinan OPD, swadaya, Lembaga dan pemerintah pusat serta pribadi gubernur setiap saat bisa dilakukan, berbeda dengan bantuan APBD harus dianggarkan sebelumnya dan itu butuh proses dan punya mekanismenya. Ini menjadi PR bagi pemerintah daerah sekaligus PR bagi saya yang mewakili masyarakat Majene,”jelasnya.

Baca juga  Legislator PKB gelar Kuker Sosialisasi Perda Kepariwisataan

Selain memberi informasi, menyerap masukan dan usulan, Dalif tetap membuka ruang lewat dialog sambil diiyakan Hafid staf Humas DPRD. “Iya, kebetulan saya salah satu yang di SK kan sebagai pendamping kegiatan anggota DPRD. Saya sedikit menyambung, setiap ada kegiatan baik itu kunjungan dapil, hearing dialog, reses juga kegiatan yang kita laksanakan sekarang ini tetap menerima dan menampung usulan,” ujar Hafid.

Selain melaksanakan sosialisasi perda, Dalif Arsyad juga membagikan sejumlah paket sembako kepada warga Dusun Tammalassu yang terdampak gempa berkekuatan M 6,2 yang sempat meluluhlantakkan Sulbar tersebut. (adv-Satriawan)