Terbaik terbaik

Solusi Jitu Memutus Mata Rantai Covid-19 di Majene


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene menggelar Focus Group Discussion (FGD) melalui Webiner (seminar online) Selasa (5/5/2020/.

FGD di gelar dengan konsep pysical distancing. Narasumber dan peserta berada di kantor atau pun rumah masing-masing yang dipandu oleh moderator dr Evawati M.Kes Dosen Unsulbar.

Narasumber diantaranya Bupati Majene Fahmi Massiara, Prof DR Ridwan Amiruddin M.Kes. M.Sc.PH Guru besar Fakultas FKM Unhas, serta dr Rahmat Malik Kepala Dinas Kesehatan Majene.

Baca juga  Sambut HKG ke-47, TP PKK Majene Bakal Gelar Porseni

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene Mithar Thala Ali mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pandemi covid 19. “Nantinya akan melahirkan rekomendasi yang bisa menjadi vaksin, obat atau solusi jitu penaganan virus corona di Kabupaten Majene,” ungkap Mithar.

Secara bergantian narasumber memberikan materi, diawali dari Bupati Majene Fahmi Massiara yang menyampaikan Upaya – Upaya Memutus Mata Rantai Pandemi Covid 19 di Kabupaten Majene. Ada pula dr Rahmat Malik yang menyampaikan berbagai hal terkait upaya penanganan dan pencegahan covid 19 dibidang kesehatan. Mulai dari screaning kesehatan bagi warga dan pendatang, sosialisasi dan edukasi hingga pemeriksaan kesehatan baik itu dengan status ODP, OTG, PDP yang hingga yang terpapar virus positif.

Baca juga  Pemkab Majene Terima Bantuan Hibah Rp 2,3 Miliar dari Pemprov Sulbar

Narasumber utama yaitu Prof DR Ridwan Amiruddin M.Kes. M.Sc.PH, memberikan materi terkait Proyeksi dan Karakteristik Covid 19 di Kabupaten Majene. Guru besar Fakultas FKM Unhas tersebut memberi rekomendasi untuk layanan kesehatan, dan public health. Diantaranya Rekomendasi layanan kesehatan.

Baca juga  Naik Motor, Kapolres Majene Cari Tahu Penyebab Seringnya Antrean Panjang di SPBU

“Untuk tiap kasus baru Pemprov Sulbar segera menyiapkan RS dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur, 51 ICU, dan 13 Ventilator, sebagai langkah mengantisipasi puncak pandemik pada pertengahan Juni 2020,” ujar Ridwan. (Ih)