Solar Masih Langka, Polisi Bersiaga di SPBU

  • Bagikan
BBM makin Langka, Polisi Bersiaga di SPBU (Foto: Alimukhtar)

SULBAR99.COM-MAJENE, Tingginya permintaan solar masih terjadi di Majene. Antrean panjang truk masih terlihat di sejumlah SPBU di jalur trans barat Sulawesi, salah satunya di SPBU kelurahan Lembang, kecamatan Banggae Timur, Senin (18/11).

Akibat antrean kendaraan yang akan membeli BBM jenis solar, sejumlah personel dari Polres Majene bersiaga untuk mengatur kendaraan yang memadati pelataran SPBU hingga mengular ke ruas jalan.

“Penjagaan ini untuk menjaga keamanannya, apalagi saya melihat banyak kendaraan yang antre, sejak kelangkaan BBM, baik solar maupun bensin,”kata Bripka Hasrul, kanit Turjawali Satsabhara Polres Majene, Senin (18/11).

Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan dikonfirmasi melalui telepon menuturkan, untuk kuota solar di wilayah Sulawesi Barat per  Oktober 2019 ini sebenarnya over kuota. Kuota sepanjang tahun 2019 yaitu sekitar 56.000 kilo liter.

“Saat ini konsumsi yang sudah tersalurkan sudah 48.000, sedangkan yang 48.000 ini sudah over kuota dari yang seharusnya 56.000, artinya over kuota sekitar 3 persen. Hanya saja kenapa terlihat banyak antrean kendaraan karena konsumsi meningkat,”kata Hatim

Disamping itu kata Hatim, di akhir tahun 2019 ini mau tidak mau proyek dikebut, kebutuhan dengan BBM solar meningkat, apalagi dengan kemarau panjang banyak kendaraan-kendaraan yang mengangkut tanah, pasir dan lain-lain kebutuhan pembangunan.

“Keadaan itu yang membuat masyarakat panik, sehingga saat antrean di SPBU dalam benak mereka berfikir, dari pada nanti atau besok-besok antre lagi, mending sekalian mengisi full tangki,  sekali mengisi bisa mencapai ratusan liter. Alhasil, persediaan solar habis dalam waktu lebih cepat,’’paparnya.

Sementara itu salah seorang anggota komisi II DPRD Majene, Arwin B mengsinyalir kelangkaan BBM solar ini diduga disebabkan ada pembelian dengan partai banyak, ini sesuai pengaduan dari masyarakat pada kami.

“Saya menduga ada oknum yang bermain, tapi ini tidak perlu disebut orangnya, untuk itu saya berharap ini segera dihentikan, kasian masyarakat jadi korban, utamanya nelayan dan hampir mereka tidak kebagian solar maupun bensin,”tegas Arwin. (Ali)

  • Bagikan