Siap-siap, 25 Oktober Penerimaan CPNS, Diutamakan Guru dan Tenaga Kesehatan

  • Bagikan
Menpan RB, Syafruddin. (Foto : net)

SULBAR99.COM-JAKARTA, Setelah sekian lama menjadi perbincangan, akhirnya penerimaan CPNS 2019 akan segera diumumkan tanggal 25 Oktober 2019. Rencananya, pengumuman formasi CPNS akan berlangsung selama 15 hari kalender sesuai dengan PP 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Dikutip dari liputan6.com, jumlah formasi yang dibuka pada sekeksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 mencapai 197.117 formasi.

“Hari ini dibagi formasi kepada instansi penerima sebanyak 197.117 formasi,” ungkap Kepala Biro Humas BKN Muhammad Ridwan, Jumat (18/10/2019).

Baca juga  Berperan Program Strategis Nasional, Bupati Barru Terima Penghargaan

Ridwan menambahkan, rincian formasi CPNS tersebut yakni instansi pusat sebanyak 37.854 formasi untuk ditempatkan pada 74 kementerian/lembaga, serta 159.257 formasi untuk ditempatkan pada 467 Pemerintah Daerah.

Masa pengumuman formasi itu rencananya akan berlangsung pada selama 15 hari setelah resmi diumumkan. “Hari ini akan diumumkan penerimaan CPNS. Itu ada waktu 15 hari kalender untuk sekedar mengumumkan. Dan enggak boleh diinterupsi jadi 10 hari, wajib. Di PP 11/2017 tentang Manajemen PNS ada itu,” ungkap Ridwan.

Baca juga  Desa BRILLIAN, Cara Kemendes - BRI Genjot Ekonomi Desa

Lebih jauh Ridwan mengatakan, dalam waktu 15 hari kalender sejak diumumkan secara resmi, masyarakat pun dapat mengakses formasi apa saja yang tersedia melalui website dan media sosial milik masing-masing instansi dan di situs resmi sscasn.bkn.go.id.

“Dari hari ini sampai nanti pengumuman penerimaan resmi dibuka, itu portal sscasn belum bisa diakses, karena memang belum dibuka. Entry formasi pun belum dilakukan, wong mereka belum menerima,” ujar Ridwan.

Baca juga  Besok Akan Terjadi Gerhana Matahari Total, Hindari Melihat Langsung Matahari

Sementara itu, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, seperti dikutip dari liputan6.com mengungkapkan, formasi penerimaan CPNS tahun ini kebanyakan dari tenaga pendidikan dan kesehatan. “Ya, terutama guru dan kesehatan,” tegas Syafruddin. (Ih)

  • Bagikan