Setiap Tahun, Pengguna Bahasa Mandar Terus Menurun


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Menurut penelitian Balai Bahasa, setiap tahunnya, pengguna bahasa Mandar semakin menurun. Hal inilah yang mendasari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene menggelar Lomba Pidato Bahasa Mandar antar Tim Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Majene, Sabtu, 7 Agustus 2021 di Museum Mandar Majene.

Lomba Pidato Bahasa Mandar ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Kota Tua Majene dalam rangka Hari Jadi Majene ke 476, dilaksanakan dengan aturan prokes yang ketat.

Kabid Pengembangan Kebudayaan M. Yasin selaku ketua Panitia menyampaikan laporannya dalam bahasa Mandar, yang diartikan dalam Bahasa Indonesia tentang dasar pelaksanaan dari Lomba Pidato Bahasa Mandar, dengan maksud adalah untuk mengembangkan Bahasa Mandar dengan berbagai dialeg masing masing wilayah di semua kecamatan, agar dapat dikenal sampai seantero nusantara.

“Jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 7 orang, merupakan perwakilan dari semua TP. PKK kecamatan se kabupaten Majene minus Kec. Tubo. Tentu dengan hadiah yang cukup menggiurkan bagi peserta yang keluar sebagai juara,” ujar pria penyuka lagu don’t sleep away Daniel Sahuleka ini

Baca juga  Keris Usia 700 Tahun Hiasan Emas Dipamer di Assamalewuang

Sementara Kadis Budpar Majene Andi Beda Basharoe dalam sambutannya menyampaikan, dirinya yakin dan percaya para peserta yang akan tampil dalam lomba sebentar tentu sudah mempunyai talenta tersendiri dalam berbahasa Mandar.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua peserta yang tampil beserta para pendukungnya datang tampil dengan menggunakan pakaian sutra Mandar, karena siapa lagi yang akan memperkenalkan hasil UMKM kita kalau bukan kita semua yang hadir saat ini,” ungkapnya.

Andi Beda mengungkapkan, sesuai dengan penelitian dari Balai Bahasa ternyata setiap tahunnya, pengguna atau pengucap bahasa Mandar itu semakin menurun. “Inilah yang kami khawatirkan kelak bila bahasa Mandar akan punah, ini sudah terbukti dalam kehidupan sehari hari kita, anak anak di rumah hampir semua sudah menggunakan bahasa Indonesia bahkan sampai ke Bahasa Asing dalam berinteraksi dengan keluarga, padahal kita punya bahasa Mandar yang tetap harus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya

Baca juga  Antisipasi Virus Corona, Sekolah di Majene Diliburkan Dua Pekan

Asisten II Setda Majene Andi Amran mewakili Bupati Majene dalam sambutannya menyampaikan juga menggunakan Bahasa Mandar, yang dalam bahasa Indonesianya menyampaikan bahwa ketika dirinya kemarin mengikuti pembukaan Festival Kota Tua Majene. “Saya sangat apresiasi dengan apa yang dilakukan oleh Disbudpar Majene dalam hal menjaga dan melestarikan Bahasa Mandar, dimana kita harus tetap berbangga dengan Bahasa Mandar kita sendiri, kepada Ibu-Ibu jangan karena mau lomba baru belajar berbahasa Mandar yang baik dan benar,” ujarnya.

Mengutip penyampaian dari Menteri Pariwisata dan Ekraf tentang penyebutan Kota Tua Majene, ternyata di Indonesia hanya ada dua daerah yang masuk dalam kategori kota tua di Indonesia, yaitu Jakarta dan Majene. Ini tentu sesuatu yang luar biasa dan kebanggaan bagi kita semua yang ada di Majene.

Baca juga  Seorang Nelayan Warga Rangas Majene Hilang Saat Melaut

“Melalui gebrakan yang dilakukan oleh Disbudpar Majene tentu kami berharap agar Pariwisata dan Budaya Majene dapat lebih dikenal lagi ke seantero Nusantara, bahkan sampai ke pelosok dunia. Bukan suatu hal yang mustahil, karena kita dapat menggunakan teknologi yang ada saat ini, menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang melanda negeri kita,” lanjut Andi Amran.

Kepada dewan juri Andi Amran berpesan agar memberikan penilaian yang fair dan obyektif. “Saya kira para dewan juri tentu sudah tidak diragukan lagi akan kemampuannya dalam menilai yang pantas dan wajar,” pungkasnya. (hms)