Dibaca : 77 kali.

Seruan Kosong


Oleh : Wulandari

Beberapa waktu lalu kita mendengar seruan dari salah seorang petinggi negara yang menyeru seluruh rakyat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri dan membenci produk luar negri, seruan ini tentu saja membuat para UMKM, pedagang-pedagang dan pengusaha-pengusaha dalam negeri gembira karna dengan adanya seruan ini maka yang akan merajai seluruh pasar tradisional, pasar moderen, pasar di medsos, mall-mall besar dan lain-lain, seluruh indonesia itu adalah produk-produk dalam negri.

Sehingga ketika yang tersedia di tengah-tengah masyarakat adalah seluruhnya produk dalam negri maka sederhananya adalah barang yang dijual adalah buatan rakyat dan yang membeli adalah rakyat sendiri jadi yang di untungkan adalah rakyak kita juga, pengusaha dalam negri kita juga, perputaran ekonomi jadi stabil dan yang untung adalah negara kita juga.

Baca juga  HIJRAH MEWUJUDKAN ISLAM KAFFAH

Tapi kenyataannya yang hadir di sekitaran kita diseluruh pasar tradisional, modern, medsos, hingga mall besar banyak kita temukan produk luar negri, bahkan tanpa kita sadari peralatan makan, minum, pakaian, cemilan-cemilan yang biasa kita makan pun banyak yang berasal dari luar negeri.

Jika produk luar ini kita biarkan masuk ke negara kita dan yang membeli adalah rakyat dalam negri sendiri maka ini akan mengacam pedagang dan pengusaha-pengusaha dalam negeri karna sebagian keuntungan akan lari keluar negeri.

Baca juga  Tren Bulliying, Buah Penerapan Sistem Pendidikan Sekuler

Ditambah lagi dengan adanya peraturan yang membebaskan biaya pajak setiap barang yang masuk ke dalam negeri, sedangkan produk-produk hasil usaha dalam negeri di bebankan pajak sehingga untuk menutupi modal produk dalam negeri sedikit lebih mahal, dan barang-barang impor luar negri murah meriah karna bebas pajak.

Aturan ini merupakan senjata pembunuh massal bagi pengusaha-pengusaha dalam negeri dan ini terbukti dengan banyaknya pengusaha-pengusaha yang tutup gulung tikar ditambah dengan pandemi, pengusaha dalam negeri semakin pusing memikirkan seribu cara agar produk mereka yang mahal laku ditengah serbuan produk luar yang murah.

Baca juga  Pernikahan anak

Itulah sebabnya
mengapa seruan itu hanyalah seruan kosong, sikapnya menyeru untuk membenci produk luar negri, tapi peraturan yang di keluarkan mendukung produk luar negri.

Beginilah wajah permainan sistem ekonomi kapitalis kufur barat dimana pemilik modal terbesarlah yang akan berkuasa dan menguasai pasar, sedangkan pengusaha-pengusaha bermodal kecil akan di gilas oleh serbuan barang-barang murah dari pengusaha-pengusaha besar luar negri.

Sangat beda jauh dengan sistem Islam, dimana dalam Islam negara akan melindungi seluruh rakyatnya termasuk pengusaha-pengusaha dan membantu pengusaha-pengusaha dalam negeri dalam memajukan produknya, bukan malah menghantam pengusaha-pengusaha dalam negeri dengan produk luar negeri.

Wallahu a’lam bissawab.