Serikat Karyawan PT Bank Sulselbar Persoalkan Pencopotan Dirut


SULBAR99.COM-MAJENE, Serikat Karyawan PT Bank Sulselbar, mempermasalahkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Sulselbar yang memberhentikan Andi Muhammad Rahmat, sebagai Direktur Utama Bank Sulselbar, Jumat (6/9/2019).

Andi Muhammad Rahmat diberhentikan selaku Dirut PT Bank Sulselbar oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Sulselbar   yang berlangsung di hotel Four Points By Sheraton Makassar, 4 September 2019 lalu.

Ketua Serikat Karyawan PT Bank Sulselbar, Andy Cakra Diputra, didampingi Sekretaris Jendral, Firman  mengatakan, Serikat Karyawan Bank Sulselbar adalah organisasi yang bebas, terbuka dan mandiri, memperjuangkan kepentingan karyawan serta memiliki tanggungjawab, dan kepentingan  untuk menjaga marwah lembaga Bank.

Baca juga  Perpres No. 68/2019: Inilah Tugas dan Fungsi Kementerian Kelompok I, II, III dan Kementerian Kordinator

“Kami dari Serikat Karyawan Bank Sulselbar menanggapi hasil RUPS LB,
tanggal 4 September 2019, yang memberhentikan Dirut PT Bank Sulselbar
yang kami anggap tidak beralasan kuat, bahkan kontra dengan pencapaian keberhasilan pengurus dalam mengelola Bank, dimana hal ini merupakan bentuk nyata proses pelemahan kepercayaan lembaga terhadap masyarakat,”ungkap Andy Cakra.

Olehnya itu, kata Cakra, Serikat Karyawan Bank Sulselbar membuat beberapa pernyataan sikap yang telah dianalisa bersama, oleh Keluarga Besar Sekawan karena dipandang tidak berdasar, terburu-buru dan rawan.

Baca juga  Ikhsan, Seorang Tukang Becak Yang tetap Berpuasa Meski Seharian Narik Becak

“Penerapan prinsip-prinsip GCG yang tidak berjalan dengan baik, khususnya pada 3 sisi yaitu, Tranparency, Independency dan Fairness. Menyayangkan inkonsistensi yang terjadi dalam proses pengambilan
keputusan RUPS LB tersebut yang tidak memberikan ruang waktu bekerja
kepada Direksi untuk melakukan evaluasi manajemen pada RUPS tahunan tahun 2010, sebagaimana keputusan RUPS LB sebelumnya yang tertuang dalam Akte RUPS-LB nomor 10 tanggal 23 April 2019,”sebutnya.

Cakra meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dengan segala kekuasaan dan kapasitasnya melindungi marwah lembaga kebanggaan Serikat Karyawan PT Bank Sulselbar, yang merupakan institusi kepercayaan masayarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta asset daerah yang memberikan konstribusi kepada Pemda dalam bentuk PAD, sehingga memberikan nilai optimal lebih terhadap Pemda Sulselbar.

Baca juga  Mendes PDTT Bangga Melihat Perkembangan Kawasan Transmigrasi di Mamuju

“Kami meminta Gubernur Sulsel selaku pemegang saham pengendali dan
pemegang saham lainnya bersinergi, mendorong serta memajukan Bank
Sulselbar. Kami juga meminta Gubernur Sulsel menjalankan dan kewenangannya kaitannya dengan fungsi pembinaan, dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku, kepada seluruh pengurus dan anggota Sekawan agar tetap tenang, namun ikut berperan dalam menyikapi prihal ini,” katanya.(Ali).


NASIONAL