Serangan Terhadap al Aqsha Terus Terjadi, Tak Cukup Kecaman Semata


Oleh: Ulfiah

Penindasan dan intimidasi terus menerus dilakukan zionis Israel kepada muslim Palestina. Baru-baru ini, di penghujung Ramadhan, zionis Israel kembali mlakukan penyerangan terhadap warga Palestina. Dengan brutalnya, kaum zionis melakukan penyerangan dengan menginjak, menyeret, bahkan menyemprotkan cairan kimia berbahaya.

Bukan hanya itu, setelah menyerang dan menyakiti warga Palestina yang sedang shalat tarawih dan i’tikaf di masjid al Aqsha pasukan zionis juga bahkan menangkap beberapa warga Palestina.

Peristiwa ini terjadi, pada selasa malam yang di mana masih dalam momen 10 malam terakhir Ramadhan. Mereka menyambut 10 malam terakhir Ramadhan dengan penindasan dan intimidasi yang begitu luar biasa.

Kecaman atas penyerangan terhadap warga Palestina oleh Rezim Israel terus mengalir. Diantaranya, dari Komisi VII DPR, melalui Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mesti turun tangan.

Baca juga  Kesejahteraan Guru Honorer yang Tak Kunjung Terwujud

“Saya kira PBB dan negara-negara OKI harus turun tangan untuk menyelesaikan kekerasan berdarah ini. Kekerasan ini harus disudahi,” ujar Ace dalam keterangannya. (detiknews.com, 10/05/2021)

Kecaman juga datang dari Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada Minggu, 9 Mei 2021, KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lain di Tanah Air seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, hingga Muslimat DDII. 

Mereka tidak tinggal diam dan ikut mengecam atas kebrutalan aparat Israel yang mengintimidasi muslim Palestina. Israel diminta menghentikan aksi represifnya. (viva.co.id, 10/05/2021)

Permasalahan yang terjadi di Palestina jika dilihat dari “kaca pembesar” merupakan perkara yang alami, tidak lain adalah permusuhan kaum kafir terhadap Ummat Islam.
Sebagaimana firman Allah SWT:

Baca juga  Tingkatkan Ekonomi, Wisata dan Belanja Jadi Solusi. Mau Menuju Tsunami Covid Jilid 2 ?

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka, katakanlah; (sesungguhnya petunjuk Allah itulah yg benar, ) dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (TQS. al-baqarah [2]; 120)

Jika, permasalahan tadi adalah perkara yang alami, maka adalah suatu yang alami pula jika Ummat Islam membutuhkan institusi politik yang mampu menyelesaikan persoalan Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya yang tertindas. Institusi itu tak lain adalah sebuah negera yang menerapkan seluruh aturan-aturan Allah Swt.

Oleh karena itu, kaum Muslim harus mempertajam penglihatan, bahwa eksistensi yahudi laknatullah adalah pangkal persoalan di Palestina. Maka menghapus keberadaan mereka adalah satu-satunya solusi, sebagaimana mereka berusaha menghapus keberadaan kaum muslim di Palestina.

Baca juga  Rakyat Semakin Menjerit, Butuh Solusi Tuntas

Jadi tidak layak jika peristiwa ini hanya direspon dengan sebuah kecaman saja. Karena yang mereka butuhkan adalah kekuatan tentara muslim yang akan membela kehormatan agamanya dan melindungi saudaranya, bukan hanya dengan kecaman semata.

Dan hanya dengan kembalinya institusi Islamlah yang akan mampu mewujudkannya. Karena hanya dengannya permasalahan Ummat Islam di seluruh belahan dunia dapat teratasi.

Dengan adanya institusi Islam sebagai pelindung kaum Muslim, maka penderitaan kaum Muslim akan berakhir. Sebab, institusi inilah yang akan menyatukan negeri-negeri Islam yang tercerai berai, kemudian membebaskan negeri-negeri Islam yang diduduki rezim-rezim kolonialis penjajah.

Wallahu a’lam