Seorang Pemuda Diamankan Polisi, Lantaran Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur


Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, Didampingi Kasat Reskrim Iptu Benedict Jaya, Menggelar Press Release

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Lantaran diduga cabuli anak dibawah umur, seorang pemuda berinisial AK (22), warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene terpaksa harus berurusan dengan Polisi.

Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian saat menggelar press release, Kamis (2/9/2021) menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 Agustus 2021 di sebuah kebun kelapa Dusun Sumakuyu,  Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana,  Kabupaten Majene.

“Berdasarkan LP /105/VIII/2021/SPKT/Res Majene/Polda Sulbar, tanggal 29 Agustus 2021, tentang kasus pencabulan yang diduga pelakunya inisial AK (22) yang juga masih kerabat dekat dengan korban inisial AR yang masih dibawah umur,” jelas AKBP Febryanto, didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, Iptu Benedict Jaya.

Baca juga  Kesal, Kepala SMKN 1 Tappalang Sebut Oknum Guru Pemerkosa Ponakan Bukan dari Sekolahnya

Menurut Febryanto, Mudus yang dilakukan tersangka, sebelum melakukan aksi bejatnya, awalnya tersangka mengajak korban AR bersama kedua temannya untuk mencari buah kelapa di kebun dengan menjanjikan uang sebesarRp.15 ribu rupiah jika korban membantu.

“Saat itu korban bersama kedua temanya ada di pinggir pantai sedang bermain-main, datanglah tersangka dan mengajak korban bersama kedua temannya ikut bersama ke kebun untuk mencari kelapa. Namun setibanya di kebun bukannya mencari buah kelapa, tetapi tersangka menyuruh korban berbaring dengan menarik tangan sambil membentak korban yang membuat korban ketakutan, disitulah tersangka melakukan pencabulan terhadap korban,” ungkap Febryanto.

Baca juga  Ratusan Butir Obat Jenis Boje Disita Polisi di Jembatan Tinambung

Lanjut Febryanto mengatakan, Setelah melakukan aksinya, tersangka sengaja memberikan uang kepada korban sebesar Rp.5 ribu rupiah kepada korban, dengan maksud agar sikorban tidak menceritakan kejadian kepada siapapun.

 “Perbuatan tersangka terungkap  pertama kali saat korban menceritakan kepada orang lain dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi. Tersangka telah ditahan dan dipersangkakan melanggar pasal 28 UUD Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman, minimal 5 tahun dan  maksimal 15 tahun penjara,” sebutnya.

Baca juga  Seorang Warga Sendana Diduga Jadi Korban Hipnotis

Sementara itu tersangka AK dihadapan para wartawan mengaku hilaf dan menyesali perbuatannya. Ia juga mengaku perbuatn yang dilakukan lantaran sering menonton film porno, sehingga ia terobsesi berbuat cabul,“Namanya manusia biasa pak, saya khilaf dengan perbuatanku ini,” katanya.(Indra Saputra)


KRIMINAL