Seorang Diri Hadapi Ikan Marlin 100 Kg Dengan Perahu Katinting, Ini yang terjadi Pada Nelayan


IKAN MARLIN. Pua Hayati bersama menantunya mengangkat ikan Marlin yang sudah terpotong tanduknya. (Foto : Idham)

SULBAR99.COM-MAJENE—Pua Hayati (55), seorang nelayan asal Garogo yang kesehariannya menggunakan perahu Katinting untuk mencari mata pencaharian di perairan Majene, dihadapkan suatu keadaan yang menegangkan. Rabu Kemarin (8/8/2019), di Perairan Majene sekitar 10 mil dari Pantai Garogo, Pua Hayati berperang melawan Ikan Marlin yang sangat dikenal sebagai ikan tercepat di dunia dan telah membunuh banyak manusia karena tanduk runcing dimulutnya yang sangat tajam

Baca juga  Basarnas Mamuju Rangkul Media, Terkait Publikasi Penanganan Bencana di Sulbar

Nelayan Pua Hayati butuh waktu berjam-jam untuk dapat menaklukkan ikan Marlin berbobot sekitar 100 kg tersebut. “Sebenarnya saya sudah sering hadapi ikan Marlin, tapi selalu putus talinya. Baru kali ini bisa saya dapat,” ujarnya meskipun dengan usaha yang cukup melelahkan.  Pua Hayati dengan alat pancing tradisional berhasil mematikan dan menaklukkan ikan Marlin tersebut akibat ikan monster tersebut kehabisan tenaga selama berjam-jam dan mati sebelum Pua Hayati berhasil mengangkat ke atas perahu dengan seorang diri.

Baca juga  Covid-19. Kepala BKAD Majene : Masih Ada 22.000 KK yang Harus Dicarikan Solusi
DIJUAL. Ikan Marlin atau Malasuji (Mandar) dibawa ke daratan untuk siap dijual. (Foto : Idham)

“Mati memang sebelum diangkat ke perahu karena kail saya mengenai isi perutnya dan tertancap dalam,” ujar Pua Hayati. Setelah berhasil menaklukkan ikan tersebut, dirinya kemudian pulang dan segera mencari menantunya untuk membantu mengangkat ikan seberat sekitar 100 kg tersebut untuk selanjutnya dijual.

Baca juga  Seperti Apa Ketersediaan Pangan di Majene

Sekadar diketahui, ikan marlin merupakan ikan tercepat di dunia. Salah satu acara di TV bertajuk mancing Mania menjadikan ikan marlin sebagai simbol. Pasalnya, ikan marlin dianggap sangat susah untuk ditaklukkan karena memiliki tenaga dan kecepatan yang sangat dahsyat. Selain itu, jika berbuat kesalahan sedikit, bisa mengakibatkan kematian karena tanduk dimulutnya yang sangat tajam dan mematikan. (IH)


DAERAH