Selain Lezat, Kerang Berekor (Kanukanuku) Ternyata Miliki Manfaat yang Luar Biasa


Kanukanuku, selain lezat, memiliki pula manfaat yang luar biasa bagi tubuh. (Foto : net)

SULBAR99.COM-MAJENE, Kerang berekor atau di Majene dikenal dengan nama Kanukanuku merupakan kerang purba yang memiliki nama latin Lingula Unguis . Kerang berekor ini sungguh sangat banyak berlimpah di perairan dangkal Majene. Hal ini karena masyarakat Majene terutama yang tinggal di pesisir menganggap bahwa  Kanukanuku  bukan sebagai makanan, tapi sebagai hewan laut biasa yang tidak bisa dikomsumsi.

Akibat anggapan tersebut, kerang purba ini sangat banyak melimpah. Dari pantauan Sulbar99 di perairan Garogo Majene, ketika laut dangkal, setiap membuka mata pasti menemui kerang purba itu. Kerang purba ini hidup di dasar pasir laut. Untuk mengetahui keberadaan kerang ini, sangat gampang. Kerang ini akan memunculkan tiga titik di dasar pasir seperti melihat tiga lubang semut. Namun untuk menangkap kerang ini, harus cepat karena kerang ini seketika akan menarik diri ke dasar tanah sehingga jejaknya akan menghilang. “Ada sensasi tersendiri dalam menangkap Kanukanuku, kalau kalah cepat, maka kehilangan jejak,” ujar Kaco yang terkadang menangkap sebiji Kanukanuku lalu membuangnya karena dianggap tidak bisa dikomsumsi.

Baca juga  Penja, Ikan Fenomenal dari Mandar yang Muncul Secara Tiba-tiba

Di daerah Jawa Timur, seperti Probolinggo dan Surabaya, kerang berekor atau dikenal dengan nama Tebalan di Jawa ini banyak dikomsumsi masyarakat di sana. Hal ini terbukti di sejumlah pasar tradisional bahkan pedagang keliling banyak menjual  kerang berekor.

Baca juga  Cara Membuat Kue Ode ode khas Mandar

Cara penyajian kerang berekor ini seperti dengan kerang pada umumnya. Dibersihkan dan ekornya dibiarkan sebab ekornya juga lezat dimakan. “Tebalan, menurutku paling cocok dimasak bumbu bali, rasanya manis dan pedas,”tulis akun keluarga cinta sambil mengunggah gambar Tebalan Tumis yang lezat dan menggoda.

Dikutip dari laman resmi Fakultas MIPA Unesa Surabaya, Mahasiwa jurusan Biologi Fakyultas MIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri atas Vira Maulida Wijaya, Reza Khoirun Nisa dan Nurmaida Claudia Wijaya berinisiatif untuk memanfaatkan tebalan tersebut menjadi produk yang bernilai. Tim peneliti mencoba mengekstrak daging dan ekor tebalan melalui Program Kreativitas Mahasiswa skim Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang didanai oleh Belmawa-Ristekdikti.

Baca juga  Jaoge, Sejenis Mangga Yang Konon Hanya Bisa Tumbuh Di Mandar

Selanjutnya melalui penelitian ini, tim peneliti di bawah bimbingan Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc. ini mencoba memanfaatkan daging dan ekor tebalan sebagai sumber senyawa antibakteri. “Sumber antibakteri biasanya diperoleh dari kelompok kerang-kerangan, oleh karena itu kami mencoba bahan lain-lain yaitu tebalan yang kami ekstrak sebagai sumber senyawa antibakteri” papar Vira Maulida Wijaya selaku ketua tim peneliti.

Salah satu zat antibakteri yang banyak dipergunakan akhir-akhir ini adalah Antibiotik. “Antibiotik adalah senyawa kimia khas yang dihasilkan atau diturunkan oleh organisme hidup termasuk struktur analognya yang dibuat secara sintetik, yang dalam kadar rendah mampu menghambat proses penting dalam kehidupan satu spesies atau lebih mikroorganisme,”tulis id. wikipedia. Org. (Ih)


KULINER