Sekda Majene Ajak ASN dan Masyarakat untuk Salurkan Zakat di Baznas

  • Bagikan

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Sekertaris Daerah Majene Ardiansyah mengajak tiap ASN dan masyarakat Majene untuk mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh melalui lembaga resmi yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Majene. hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Instruksi Bupati Majene Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infaq bagi ASN/ Karyawan BUMD Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene di aula masjid agung Ilaikal Mashir, Jumat (10/12/2021).

Selain menjadi rukun Islam yang ketiga, keterlibatan BAZNAS menjadi hal yang penting dan strategis bagi Pemerintah daerah. Terutama jika dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin di Majene yang masih berkisar 24 ribu jiwa atau 13,79 %.

Ia mengakui penanganan persoalan penduduk miskin masih begitu lambat, meski jumlahnya juga berkurang setiap tahunnya, namun pergerakannya masih 0,sekian persen. Sedangkan untuk mengandalkan APBD, kata Ardiansyah tentu tidak akan mampu, untuk itu katanya perlu akselerasi pendekatan komprehensif berdasarkan akidah islam. Mengentaskan kemiskinan melalui gerakan kesalehan sosial yaitu zakat, infaq dan shodaqoh yang juga sesuai dengan konsep relius dari Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Majene.

“Saya percaya gerakan membayar zakat, infaq dan shodaqoh akan mampu membantu persoalan kemiskinan, angka 13.7 persen akan turun hingga ke satu digit, kalau semua terlibat justru  hati akan merasa kaya, karena kita bisa memberi,” jelasnya.

Ia juga berharap kepengurusan Baznas Majene akan berjalan sukses dan secara transparan termasuk penyaluran yang tepat sasaran.

Sementara itu Ketua Baznas Majene KH Saukaddin Gani memaparkan,  selama 5 tahun (2017-2021), Bazanas berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan tupoksinya yaitu sebagai mitra pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan upaya mengentaskan kemiskinan.

Hanya saja dari potensi zakat ASN untuk 4200 orang masih belum mencapai target atau hanya 50 % dari yang direncanakan. ” Karena ada beberapa faktor belum ada kesadaran para Muzakki untuk menyalurkan zakatnya di baznas, serta adanya anggapan masyarakat yang menyamakan  shodaqoh dan infaq adalah bagian dari zakat, termasuk kondisi covid 19 yang sangat mempengaruhi, ” jelasnya.

Acara yang di laksanakan di Aula Masjid Agung Ilaikal Mashir tersebut juga dihadiri Perwakilan Kajari, Perwakilan Kapolres, Kepala Kemenag Majene, Ketua MUI Sulbar, Ketua Baznas Makassar selaku narasumber, serta para peserta yang terdiri dari ASN dan Karyawan BUMD. Sebelumnya juga dilaksanakan penyerahan penghargaan berupa kartu MPWZ kepada para Muzakki, lingkup ASN, BUMD serta para perorangan.

Dalam Instruksi Bupati Majene Nomor 3 Tahun 2021 pada kesatu bagi ASN /Karyawan BUMD yang telah mempunyai penghasilan Rp 5 juta sebagai nisabnya perbulan untuk mengeluarkan zakat pendapatannya melalui pemotongan gaji /penghasilan sebesar 25 % dari pendapatan /penghasilan bruto setiap bulan. Sedangkan poin kedua khusus ASN / karyawan BUMD Muslim yang gaji /penghasilannya belum mencapai Rp. 5 Juta dihimbau untuk mengeluarkan infaq sesuai golongan. Golongan IV minimal Rp 50 Ribu, golongan III minimal Rp 40 Ribu, Golongan II minimal Rp 20 ribu dan golongan 1 minimal Rp 10 ribu. (ril)

  • Bagikan