Segini Harta Kekayaan Wawan Ridwan, Kepala KPP Pajak Bantaeng yang Ditangkap KPK


Wawan Ridwan sambil menutup tangannya yang diborgol, saat digelandang KPK. (foto : liputan6)

SULBAR99NEWS.COM-JAKARTA – KPK menangkap tersangka baru dalam pengembangan kasus suap pajak yang menjerat Angin Prayitno Aji sebagai tersangka. Tersangka tersebut diketahui merupakan pegawai pajak.
“Benar, informasi yang kami peroleh Rabu (10/11/2021) tim penyidik KPK menangkap satu orang pegawai pajak terkait pengembangan perkara dugaan korupsi perpajakan dengan terdakwa Angin Prayitno A,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Tersangka itu adalah Wawan Ridwan, Kepala KPP Pratama Bantaeng, Sulawesi Selatan-Pemeriksa Pajak Madya, Dit 2 periode 2014-2019. Ali mengatakan tersangka ditangkap pada Rabu (10/11) di wilayah Sulawesi Selatan.

“Penangkapan dilakukan di Sulawesi Selatan,” kata Ali.

Ali mengatakan tersangka itu tak kooperatif dengan KPK selama proses penyidikan. Tersangka itu saat ini masih dalam perjalanan menuju gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga  Hari Anti Korupsi, Kejari Majene Harapkan Generasi Milenial Paham Bahaya Korupsi

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka sebagai berikut:

  1. Eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji (APA)
  2. Eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani (DR)
  3. Konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR)
  4. Konsultan pajak, Aulia Imran Maghribi (AIM)
  5. Kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL)
  6. Konsultan pajak, Agus Susetyo (AS)

“Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak dimaksud, APA bersama-sama dengan DR diduga telah menerima sejumlah uang,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

Baca juga  Wabup Majene Lukman Melapor ke KPK RI. Ini yang Dilaporkan

Dua eks pejabat yang diduga menerima suap itu ialah Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji (APA) serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak Dadan Ramdani (DR). Mereka diduga menerima suap dari tiga perusahaan, yakni PT Gunung Madu Plantations, PT Bank PAN Indonesia (Panin), dan PT Jhonlin Baratama.

Firli menduga kedua orang tersebut mengatur jumlah pajak sesuai keinginan tiga perusahaan itu. Atas ‘jasa’ tersebut, keduanya diduga menerima duit total Rp 37 miliar.

Duit tersebut diduga diserahkan empat orang konsultan pajak atau perwakilan dari tiga perusahaan itu. Keempat orang itu adalah konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, Agus Susetyo, serta kuasa wajib pajak Veronika Lindawati.

Baca juga  FMASN RI Tetap Optimis Pemerintah Akan Aktifkan Kembali ASN Mantan Tipikor Yang diPTDH

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 24 Februari 2021, Wawan Ridwan tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 6,07 miliar.

Wawan melaporkan harta berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi, Lebak, dan Bandung senilai Rp 4,76 miliar.

Kemudian alat transportasi berupa sepeda motor Honda tahun 2019 dan mobil Honda tahun 2019 yang total nilainya Rp 523,5 juta. Harta bergerak lainnya Rp 619,4 juta.

Kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 164,34 juta. Dikurangi utang Rp 2,89 juta, maka total harta kekayaan Wawan menjadi sebesar Rp 6,07 miliar. (*)