Terbaik terbaik

SAR Goes To School di Pasangkayu Sasar 6 Sekolah


SULBAR99NEWS.COM-PASANGKAYU, Kantor SAR Mamuju melaksanakan SAR Goes To School (SGTS) di Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 29 hingga 30 Maret 2021.

Kegiatan SGTS dikoordinir oleh Kepala Seksi Sumber Daya Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Mamuju Arianto Ardi, SH, didampingi 3 (tiga) orang Personil sebagai penyuluh SAR pada kegiatan SGTS tersebut.
Kegiatan SAR Goes To School dilaksanakan dari tingkat PAUD, TK, SLTP, SLTA sederajat bahkan sampai dengan Perguruan Tinggi.

Baca juga  Waoow, Puluhan Ribu Warga Berbaur Meriahkan Jalan Santai Hari Jadi Barru

Kegiatan SGTS di Kabupaten Pasangkayu ini diikuti 6 sekolah diantaranya SMK Negeri 2 Pasangkayu, SMK Keperawatan Karya Bangsa Pasangkayu, SMA Negeri 1 Pasangkayu dan SMA Negeri 1 Tikke, dengan jumlah peserta 80 orang. Adapun materi yang diberikan pada kegiatan tersebut antara lain Materi Pengenalan SAR, Tehnik Pertolongan Pertama, Tehnik Evakuasi Darurat dan Non Darurat serta Simulasi Gempa Bumi.

Di tempat terpisah Kepala Kantor SAR Mamuju Saidar Rahmanjaya, S.H.,M.A.P. menyampaikan, kegiatan SAR Goes To School ini sangatlah penting, dengan tujuan memberikan pemahaman tentang SAR sedini mungkin kepada peserta didik, agar menjadi Generasi yang memiliki budaya keselamatan serta untuk merwujudkan kesiapsiagaan dalam menghadapi Kecelakaan, Musibah dan Kondisi Membahayakan Manusia. Selain itu kegiatan SGTS ini telah menjadi programkan kerja Kantor SAR Mamuju untuk dilaksanakan ke seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.

Baca juga  Rakor Tim Pokja PKP 2021 Digelar, Apa Saja Agendanya
Baca juga  Mu’dong, Pengayuh Becak yang Kepercik Berkah dari Pawai Budaya

Kegiatan SAR Goes to School ini juga didampingi oleh masing-masing guru kelas dan berakhir di SMKN 2. Di akhir kegiatan Kepala Sekolah SMKN. 2 Pasangkayu Nukman, S.Pd berharap, kegiatan SGTS ini dapat memberikan wawasan baru terhadap siswa/siswi sehingga dapat mengetahui langkah langkah apa yang dilakukan ketika terjadi Kecelakaan, Musibah dan Kondisi Membahayakan Manusia sehingga dapat mengurangi Resiko dampak Bencana serta meminimalisir Korban. (Satriawan)