Sambut Hari Ibu 2021,Yayasan Kartini Manakarra gelar Diskusi Literasi Kesehatan Reproduksi

  • Bagikan

SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU – Peringatan hari Ibu Tahun 2021 Tingkat Nasional bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan tema “Peran Mitra Terhadap Kesehatan Ibu di Daerah Pasca Bencana” dipusatkan di beberapa tempat yaitu di Kabupaten Sleman-DI. Yogyakarta, Garut-Jawa Barat dan di Kabupaten Mamuju-Sulawesi Barat.

Kegiatan secara Daring dibuka oleh dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM Kementerian Kesehatan dan turut serta dalam pembukaan adalah H. Rudi Gunawan,S.H,M.H,MP Bupati Garut, Ms. Anjeli Sen Representativ UNFPA, Mr. Usui Masato Minister of Economy and Development Embassy of Japan in Indonesia, Adam Keehn Director Complex Emergency Americares.

Di Kabupaten Mamuju, Peringatan Hari Ibu 2021 berupa kegiatan Subkluster kesehatan reproduksi yaitu Diskusi Literasi Kesehatan Reproduksi dan skrining layak hamil Bagi wanita usia subur. Kegiatan digelar secara Hybrid bertempat di aula PKM Rangas Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 10.00 WITA.

Terdapat 19 anggota subkluster yang terdiri dari beberapa dinas lingkup Provinsi maupun kabupaten, lembaga vertikal, dan NGO Lingkup Sulawesi Barat mengikuti kegiatan tersebut secara daring dan 26 peserta wanita usia subur yang berada dilingkup PKM Rangas hadir langsung di kegiatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Barat, dr. H. Muhammad Ihwan, dengan Narasumber diskusi adalah dr. Yusran Antonius SP.OG dari Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju dan Skrining dipimpin langsung oleh Kapus Kasmiati, S.KM dan Tenaga Kesehatan PKM Rangas.

Sebagai Mitra Pemerintah, Yayasan Kartini Manakarra yang merupakan implementing kegiatan UNFPA yang bergerak dalam Isu Kesehatan Reproduksi dan isu Kekerasan Berbasis Gender di Provinsi Sulawesi Barat melalui Yayasan Kerti Praja mengungkapkan bahwa selain kegiatan hari ini, beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan advokasi dan literasi kesehatan reproduksi juga telah terlaksana sebagai wujud kegiatan sub klaster kesehatan pada tahap pasca krisis dengan upaya kesiapsiagaan meliputi kegiatan simulasi bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sistem peringatan dini, menyiapkan ketersediaan sarana dan prasaranan kesehatan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam hal manajerial maupun teknis.

Berkaitan dengan kesehatan dan peringatan hari ibu, pemecahan masalah kesehatan ibu perlu menggunakan pendekatan upaya kesehatan berkelanjutan atau continuum of care mulai dari hulu sampai ke hilir, mulai dari usia dini sampai manula, mulai dari kesehatan umum sampai dengan kesehatan reproduksi.

“Peringatan hari Ibu sangat penting agar kita dapat memahami arti dan peran sejati seorang ibu, sebagaimana kata Bijak yang patut direnungkan bahwa Para Ibu selalu mempunyai tempat untuk menampung Duka…lalu mengecupnya…dan Bangkit Kembali,” tutup Dian Daniati. (*)

  • Bagikan