Terbaik terbaik

Salurkan Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Jokowi : Akan Saya Hukum Seumur Hidup


Presiden RI Ir H Joko Widodo. (bbc.com)

SULBAR99NEWS.COM-JAKARTA, Presiden RI Ir H Joko Widodo menegaskan kekecewaan terhadap orang yang memanfaatkan situasi covid-19 dalam p-enyaluran dan pembagian dana bantuan pusat yang terdampak ekonomi covid-19.

Dilansir dari jayantara news, Sabtu 18 April 2020 lalu, Jokowi mengaku banyak mendengar dan melihat tentang orang-orang yang tidak mendapatkan bantuan dari kepala daerah, dengan alasan tidak ada data lengkap mengenai penduduk. ”Yang lebih memprihatinkan, saya kecewa kepada orang-orang yang sudah memanfaatkan situasi Covid-19.”ujar Presiden.

Baca juga  Era New Normal, Basarnas Sulbar Jalin Sinergitas dengan Bupati Mateng

Presiden menegaskan bahwa penyaluran BLT tidak tepat sasaran pasti terjadi. ”Saya tidak mau lagi ada dana-dana untuk rakyat malah dibagikan ke orang-orang yang mampu saja, harus bisa diratakan, jangan hanya untuk orang terdekatnya,” tegas Presiden.

Jokowi menambahkan akan menindak tegas orang yang menyalahgunakan bantuan covid-19 ini. ”Ingat! mau itu RT, RW, Lurah/Kades, Bupati, Wali Kota, Gubernur, kalau ada penyalahgunakan sembako dari pemerintah pusat maupun dana desa untuk seluruh rakyat yang tidak mampu, dan bantuan-bantuan tidak disalurkan tepat sasaran, saya tegaskan sekali lagi, akan saya Hukum Seumur Hidup. Sesuai hukuman para Koruptor dan para Korupsi,” tegas Presiden.

Baca juga  10.743 Desa di Pesisir, 1.103 Desa di Pulau Terluar, Jadi Perhatian Khusus Kemendes PDTT

Lebih jauh Presiden menuturkan dirinya banyak pengaduan dari rakyat yang ada di desa-desa.  Sembako dari pemerintah pusat sampai ke RT/RW ke lurah/ kepala desa, tapi banyak yang tidak mendapatkan. Malah banyak yang mendapatkan justru yang orang mampu, yang tidak mampu malah tidak mendapatkan. ”Saya tegaskan sekali lagi, untuk rakyat yang tidak mendapatkan bantuan harap segera melapor, jangan takut-takut, kalau kalian takut sendiri melapor, boleh ke sesama yang tidak mendapatkan juga bersatu untuk melaporkan hal ini demi kemanusiaan dan pemerataan seluruh rakyat Indonesia. Jangan cuma bisanya teriak-teriak ini dan itu, tapi nyali melapor saja tidak ada. Sudah tahu itu sudah melanggar hukum malah pada diam saja,” pinta Presiden. (Firdauz)

Baca juga  Ternyata, Video Viral Bayi Yang Meninggal bukan Karena Kesetrum Charger HP