RSU Wisata UIT Kembali Berbagi Sembako Korban Gempa di Malunda dan Tappalang


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Kunjungan kedua kalinya keluarga besar Rumah Sakit Wisata Universitas Indonesia Timur (RSU Wisata UIT) berbagi sembako, selimut dan makanan ringan kepada warga terdampak gempa, Sabtu (06/02/2021).

Ir Usman didampingi istrinya hj. Rosita, SE, M.Si dan anaknya Muhammad Iksan mewakili keluarga besar RSU Wisata UIT berbagi sembako, selimut dan makanan ringan berupa roti kepada pengungsi gempa pada dua kabupaten, yakni di kecamatan Malunda Majene dan di kecamatan Tappalang Barat Kabupaten Mamuju

Ir. Usman saat ditemui di tengah-tengah pengungsian mengungkapkan, sangat prihatin dan sangat memilukan melihat pengungsi di dua kabupaten terkena dampak gempa. “Meninggalkan pilu yang mendalam, disebabkan rumah warga yang terbuat dari rumah permanen hancur tak layak lagi ditinggali, seperti di desa kayu putih kecamatan Malunda dan di kecamatan Tappalang Barat di kabupaten Mamuju,” ujarnya.

Baca juga  Sambut HUT Kodam Hasanuddin, Kodim 1402/Polman Gelar Donor Darah

Menurut Usman, 90 persen rumah warga hancur tak dapat di tinggali lagi. “Mudah-mudahan kunjungan kami bisa meringankan beban penderitaan mereka dan selalu diberikan ketabahaan menghadapi cobaan, ini semua kehendakNya,” tambahnya.

Baca juga  Asrianto, Korban Diterkam Buaya di Sungai Kalubibing Ditemukan, Begini Kondisinya

Ir. Usman dan istrinya mendapatkan pengungsi satu keluarga, Jasri bersama istri, anak ipar dan mertuanya, yang rela tinggal di kandang sapi berdampingan dengan sapi ternak milik Abd Majid S.Pd, pemilik yayasan Reza Anugrah.

Bukan cuma itu, ada juga kondisi kakek Peda yang sudah berumur seratus tahun lebih, satu tenda dan dengan istrinya, Ici yang berumur tujuh puluh tahun lebih, yang berasal dari dusun Salubiru, mengunhsi di dusun Ahu yang satu desa dan katanya jarang tersentuh bantuaan

Jasri saat ditemui di pengungsiannya di kandang sapi mengungkapkan, banyak terima kasih atas kunjungan keluarga besar RSU Wisata UIT yang sudah meringankan beban keluarganya. “Saya empat kali sehari ke pinggir jalan poros untuk menunggu mobil yang bermuatan bantuan untuk memintakan warga pengungsi yang ada di daerahku pak, terkadang ada yang memberikan, terkadang juga tidak ada yang berikan. Saya selaku imam mesjid di Dusun Ahu Desa Ahu kecamatan Tappalang Barat harus membantu pengungsi disini, semuanya kulakukan demi kemanusiaan,” ungkapnya. (Syarifuddin Andi)

Baca juga  Terbaru, 2.029 orang Luka Ringan, 69 Luka Berat, 10 Meninggal dan 3 Belum Ditemukan Akibat Gempa di Majene

PERISTIWA