Reses, Anggota DPRD Sulbar Dalif Arsyad Kunjungi Masyarakat di Tengah Keresahan Pasca Gempa


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Anggota DPRD Sulbar, Muhammad Dalif Arsyad, menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di dua tempat yang berbeda, Kamis (11/2/2021). Antara lain di lingkungan Somba Tenggara kelurahan Mosso kecamatan Sendana, dan dusun Totolisi desa Totolisi kecamatan Sendana.

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Komisi I DPRD Sulbar pada sesi awal menerima usulan prioritas dari perwakilan masyarakat nelayan dimana kebutuhan paling mendasar diantaranya bantuan rumpon.

Sahrir, salah seorang peserta reses mengatakan, rumpon dijadikan sebagai penopang utama ekonomi. “Hampir rata-rata diantara kami masyarakat nelayan, dulunya sangat miskin. Dengan adanya rumpon, sekarang tidak terlalu miskin dan sangat dirasakan masyarakat nelayan, “jelas Sahrir.

Baca juga  DPRD Sulbar Gelar Paripurna Penjelasan Gubernur Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2020

Pada kesempatan yang sama, kepala desa Totolisi Suardi, mengatakan, selain bantuan rumpon, jalan produksi juga diharapkan dapat terpenuhi agar nantinya akses lebih mudah dilalui dan tidak lagi beresiko tinggi. “Selain itu masyarakat petani akan sangat terbantu, karena jarak tempuhnya bisa lebih cepat demikian juga mengangkut hasil buminya,”jelas Suardi.

Baca juga  BK DPRD Sulbar Kunker ke DPRD Maros, Ini Kata Itol Saiful Tonra

Dalam pertemuan itu, politisi PKB itu merespon dan memastikan usulan terkaver dalam APBD, selama menjadi kewenangan provinsi serta dalam bentuk proposal paling lambat bulan Maret mendatang. “Saya pastikan usulan yang kita sampaikan ini masuk dalam tahun anggaran 2022, selama itu menjadi kewenangan provinsi juga dalam bentuk proposal yang benar dan harus kami terima paling lambat bulan Maret mendatang, “tandas Dalif.

Baca juga  Legislator PKB gelar Kuker Sosialisasi Perda Kepariwisataan

Demikian halnya reses yang dilaksanakan di lingkungan Somba Tenggara Kelurahan Mosso, sejumlah usulan dari masyarakat berhasil ditampung. Diantaranya pengadaan alat deteksi dini gempa, jalur evakuasi bencana dan pembuatan jalan tani. “Insya Allah, semua aspirasi dari masyarakat akan kita perjuangkan, hanya saja mengenai alat deteksi gempa masih menjadi hal baru bagi saya, mudah-mudahan masuk rana provinsi agar dapat terakomodir pada APBD 2022 Sulbar,” pungkasnya. (adv-Satriawan)


PARLEMEN