Rehabilitasi SDN 33 Suruang dan SDN 46 Parappe Diduga Salahi Aturan


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Kegiatan rehabilitasi ruangan perpustakaan di SDN 033 Suruang dengan nilai kontrak Rp.108.295 000 diduga menyalahi aturan. Pasalnya dengan nilai anggaran tersebut, hanya dialokasikan untuk pekerjaan rehabilitasi atap dan plafon.

Kepala SDN 033 INP Suruang, Mahyuddin S.Sos saat ditemui, Selasa (26/10/2021) mengungkapkan, dirinya sudah ke dinas untuk mempertanyakannya mengenai bangunan perpustakaan tersebut. “Tapi pihak dinas tidak mengetahui persoalan itu,” tutur Mahyuddin.

Menurut Mahyuddin, semestinya ada penambahan tinggi sekolah 50 cm dan pemasangan tegel,” ujarnya.

Mahyuddin mengaku, dirinya ke dinas PU menemui konsultan yang bernama Erwin, untuk memperjelas pekerjaan apa saja yang didapat dengan nilai kontrak tersebut. “Tapi Erwin mempertegas apa kamu tidak lihat gambar. Saya datang untuk pertanyakan masalah itu dikarenakan pihak sekolah tidak pernah melihat gambar bangunan. Masalah pemasangan tegel yang disebut kepala tukang, akan ditiadakan pemasangan tegel,” ujarnya.

Baca juga  Anjangsana ke Panti Asuhan, PGRI Cabang Banggae Timur Bagi-Bagi Sembako

Mahyuddin terus mempertanyakan pekerjaan tegel ke konsultan dan akhirnya konsultan mengungkapkan akan ada pemasangan tegel sehingga dirinya menyuruh konsultan untuk turun langsung ke lapangan lakukan peninjauan ulang.

Selain itu, ketika wartawan sulbar99news.com ke SD N 46 Parappe, terdapat sebuah proyek pekerjaan UKS di SDN 046 INP Baru Parappe desa Pambusuang kecamatan Balanipa. Ketika hendak ditemui kepala sekolahnya, tidak berhasil karena sedang tidak di tempat.

Pantauan sulbar99news.com, tidak terdapat papan proyek pada pekerjaan tersebut. Bukan cuma itu, terdapat pula pekerjaan rehabilitasi WC yang juga tidak memiliki papan proyek.

Baca juga  Tak Terjangkau Internet, SD 017 Bung di Desa Kalumammang Polman Tertinggal

Terdapat pula bangunan UKS yang sudah hampir mengenai tiang listrik yang bisa membahayakan atap dan pekerja bangunan tersebut, karena tidak adanya lahan untuk di tempati lagi untuk membangun sehingga bangunan mepet ke pinggir jalan dan tiang listrik.

Bangunan UKS SDN 46 Parappe yang sangat dekat dengan tiang listrik dan kabel.

Kewajiban pemasangan plan nama tersebut tertuang dalam peraturan presiden (Perpres) no 54 tahun 2010 dan pepres tahun no 70 tahun 2012. Selain itu ada permen PU No 12 tahun 2014, regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek

Berarti jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, sudah jelas melanggar peraturan bahkan patut dicurigai proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.

Baca juga  Kadisdik Majene : Sekolah Direhab Sesuai Dapodik

Sementara itu, kontraktor pelaksana yang dikonfirmasi terkait persoalan itu mengungkapkan, tidak adanya pemasangan batu dan tegel dikarenakan adanya penambahan di depan bangunan, sehingga pemasangan tegel dan batu tidak dilakukan, karena ukuran atap seng bertambah dan ada pemasangan batu merah di depan.

Kontraktor tersebut juga mengatakan, kalau mau jelasnya, silahkan menghubungi konsultan.

Kami coba menghubungi konsultan via selulernya, tapi malah direject. Kami ulangi lagi sampai saat ini dia tidak mau mengangkat hpnya sampai berita ini dinaikkan. (Syarifuddin Andi)