Terbaik terbaik

Ramadhan, Bulan Taubat dan Taat


Oleh : NUR AFIAH TUR RAHMA
Dari : SMK NEGERI 2 MAJENE

Ramadhan merupakan bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah SWT. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan ini, maka Allah akan mengampuni segala dosanya.

Rasulullah shollallahu ‘alaih wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya.” (HR Ahmad 1596).

Walau hati gembira menyambut datangnya bulan penuh pengampunan. Namun, realitas situasi saat ini yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ya disebabkan oleh adanya wabah Covid-19 yang kini tengah meresahkan hampir seluruh dunia. Meski demikian, inilah menjadi momen bermuhasabah, mengapa pandemi Covid-19 ini terjadi?
Pentingnya bermuhasabah telah Allah perintahkan dalam Al-Quran, bahwa manusia senantiasa lalai dan melakukan kesalahan, membuat kerusakan dan kurangnya rasa syukur, maka pendemi Covid-19 harusnya menjadi lecutan untuk kembali kepada Allah dan memaksimalkan penghambaan kepadaNya.
MasyaAllah….! Wahai para pemburu ampunan Allah ta’aala. Marilah kita manfaatkan kesempatan emas ini untuk bertaubat dari kemaksiatan mengabaikan hukum-hukum Allah dan bersegera melaksanakan syariat-syariatnya. Sebab tidak ada seorang pun di antara manusia yang bebas dari dosa dan kesalahan yang dikerjakan baik yang sadar maupun tidak. Alangkah baiknya kita berburu ampunan Allah ta’aala.

Baca juga  Habits Perilaku Korupsi dengan KPK akankah Habis?

Tentu sebagai hamba Allah yang berkewajiban berpuasa di bulan Ramadhan tetap berjalan seperti biasa. Karena, sejatinya puasa ialah amalan yang langsung dihisab oleh Allah SWT. Tentu bulan penuh keberkahan ini tidak hanya sekedar kita isi dengan berpuasa saja. Melainkan ditambah dengan amalan-amalan sunnah yang lain. Seperti sholat tarawih, sholat tahajjud, sholat dhuha, mengkhatam Al-Qur’an, memperbanyak sholawat, dzikir, do’a dan masih banyak lagi.
Selain menjalankan amalan tersebut, sudah sepantasnya kita jadikan momentum Ramadhan kali ini sebagai titik tolak taubat kolektif atas kemaksiatan yang dilakukan umat akibat mengabaikan hukum-hukum Allah. Apalagi di bulan ini, Allah SWT telah berjanji, “Wahai hamba-hambaKu setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu mohonlah amunanKu agar Aku mengampuni kalian.” (Hadist Qudsi Riwayat Muslim 4674)

Baca juga  Ratusan TKA Masuk Lagi Merupakan Problem Sistemik

Bagi kaum muslimin yang meyakini adanya Allah sebagai pencipta, pasti meyakini pula bahwa wabah yang menimpah hampir seluruh dunia ini merupakan ujian, teguran, dan adzab dari Allah. Ujian bagi para pengemban dakwah Islam kaffah. Teguran bagi seluruh umatnya yang mengabaikan seruan penerapan hukum syariah. Serta adzab bagi mereka yang sombong dan seringkali menyiksa kaum muslimin di berbagai negara di dunia.

Silih berganti musibah yang datang apalagi dengan menyebarnya wabah corona saat ini, sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali pada hukum-hukum Allah SWT. Maka mengabaikan syariatNya hanya akan menuai azab. Allah AWT berfirman, “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”. (QS. Az-Zumar : 53-54).

Baca juga  Pendidikan Dengan Prinsip Riayah atau Militer?

Jelas, bahwa Ramadhan dan virus Covid-19 menyadarkan kita tentang betapa lemahnya manusia mengurusi dan mengatur kehidupannya sendiri, kita butuh petunjuk yang berasal dari Allah SWT agar keberkahan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat terjamin.
Sebagai seorang mukmin yang beriman kepada Allah SWT, tentu tidak akan membeda-bedakan syariat Allah, salah satunya hukum menegakkan Khilafah. Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam dan para khalifah-khalifah selama 13 abad lamanya. Khilafah akan menjalankan segala syariat Allah dalam segala aspeknya, baik dalam urusan agama maupun dalam urusan dunia. Ia menjadi wadah yang bisa mengayomi seluruh aspek kehidupan ummat berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnah. Dengan adanya Khilafah ummat muslim akan lebih taat kepada Allah secara sempurna dan menerapkan syariat Islam secara Kaffah. Wallahu a’lam bi ash showwab.