Rahmat Zena, Kenalkan Kue Mandar Tallo Panynyu di Bandung Jawa Barat


Rahmat Zena

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Seorang warga Majene, Rahmat Zena, yang saat ini menetap di Bandung Jawa Barat, mencoba mengenalkan kue khas Mandar Tallo Panynyu di kota kembang.

Dihubungi via telepon, Sabtu (12/12/2020), mantan wartawan Inews TV Makassar itu dengan penuh semangat menceritakan kecintaannya terhadap kue atau makanan yang berbau Mandar. “Saya baru tiga tahun di Bandung, sejak 2017, istri orang Bandung. Awalnya 12 tahun di Makassar, sekarang gantian merantau di Bandung,” ungkapnya.

Selama di Makassar, dirinya sudah sering memperkenalkan kue Bikang. “Seratusan per hari, saya titip di warkop-warkop. Pas pindah (ke Bandung), selain aktivitas nulis dan membuat berita, saya mencoba Bikang, cuma disini ada Surabi (kue sejenis Bikang). Mungkin lidah orang disini sudah terlanjur ini dengan Surabi,” tuturnya.

Baca juga  Lima Kombinasi Makanan Sehat Jika Dikomsumsi Bersamaan Dapat Membahayakan
Kue Tallo Panynyu buatan Rahmat Zena, enak dilidah.

Olehnya itu, Alumni Pesantren Lampoko itu menyebut, Bikang di Bandung lebih variatif. “Saya mempertahankan dengan gula merah yang asli. Gula merah Mandar yang biasa saya bawa, beda sekali dengan gula merah dari Pangandaran, Sukabumi, yang katanya orang disini bagus,” lanjutnya.

Setelah mencoba membandingkan gula merah Mandar dengan gula merah di Bandung, kalah jauh, gula merah Mandar lebih enak. “Itumi pertimbangan saya, disini gulanya encer, kalau kita agak kental, lumayan masuk di lubang-lubang Bikang,” ujarnya.

Baca juga  Cara Membuat Kue Ode ode khas Mandar

Rahmat Zena mengatakan, kalau dirinya menggunakan gula merah Mandar, ongkosnya banyak. “Bayangkan kalau dikirim sekilo Rp 50 ribu kesini. Satu kilo cuma dua bungkus yang naik,” tambahnya.

Olehnya itu, mantan reporter Radio Smart FM tersebut mencoba mengenalkan kue Tallo Panynyu yang sebelumnya tidak pernah ada di Bandung. “Saya bikin Tallo Panynyu sesuai orderan, kita diuntungkan dengan adanya ojek online, karena ketika selesai ditepungi luarnya, kita stand by kan ojek. Jadi dibawa dalam kondisi hangat,” tuturnya.

Selain itu, ketika Zena menitip kue Tallo Panynyu di warung Coto, yang orang Makassar di Bandung, tidak ngaruh panas atau dinginnya. “Tallo Panynyu barang baru disini, ada kue Moci, tapi bahannya beda. Isinya yang beda, walaupun di luar sama-sama pakai bedak. Moci, isinya itu gula merah dan kacang ditumbuk, sementara Tallo panynyu gula merah dengan kelapa. Moci bahannya Tapioka, sementara Tallo Panynyu bahannya beras ketam. Dua tiga orang pelanggan mengatakan lebih suka Tallo Panynyu karena kering,” tuturnya

Baca juga  Lawi-lawi, Anggur Laut dengan Segudang Manfaat yang Jarang Diketahui

Mantan aktivis 98 itu menjelaskan, itulah alasannya diatas sehingga Kue Tallo Panynyu di Bandung dikatakan sesuatu yang baru bagi mereka warga Bandung. (Satriawan)


KULINER