Dibaca : 57 kali.

Putus Rantai Penyebaran Virus, Satgas Covid-19 Perketat Pemeriksaan Kendaraan Masuk Majene


Petugas Gugus Tugas Covid-19 Majene, perketat pemeriksaan terhadap warga yang masuk ke wilayah Majene

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Guna mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Majene memperketat pemeriksaan kesehatan warga pendatang yang masuk ke wilayah Majene

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majene, Ilhamsyah Dj menjelaskan, dalam melakukan upaya antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Gugus Tugas berkerja sama dengan instansi lain yang ada di Majene. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di wilayah Majene.

Baca juga  Alhamdulillah, PDP yang Meninggal dari Moloku Negatif Covid19

“Prosedur yang dilakukan untuk memperketat pengawasan antara lain, mobil diberhentikan oleh polisi bersama dinas Perhubungan. Penumpang disuruh turun, kemudian mereka disemprot disinfektan oleh petugas dari BPBD Majene dan suhu badan mereka dicek petugas dari dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurut Ilhamsyah, saat suhu tubuh penumpang tersebut diperiksa melebihi dari 38 derajat celcius, petugas dari dinas Kesehatan mengarahkan mereka ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut, jika ada dari daerah lain ditemukan suhu penumpang yang di atas 38 derajat celcius, maka yang bersangkutan diminta untuk kembali ke daerahnya.

Baca juga  Peduli Sosial, Ketua DPD PAN Majene Bagi-bagi Sembako

 “Tetapi, jika normal, silahkan melanjutkan perjalanan. Ini kita lakukan sebagai upaya proteksi orang yang yang masuk ke Majene dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona,”tandasnya.

Dia menjelaskan bahwa kendaraan yang dilakukan pemeriksaan adalah penumpang kendaraan roda empat, baik bus maupun mobil pribadi, termasuk juga pengendara roda dua, semua diperiksa, dan mereka diarahkan masuk ke halaman halaman dinas Perhubungan

Baca juga  Bersama Warga, Anggota DPRD Majene Wahab Disinfektan Salabose

“Pada saat pemeriksaan, petugas juga akan menanyakan riwayat perjalanan penumpang. Jika mereka mememiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terjangkit COVID-19, maka yang bersangkutan akan mendapatkan status sebagai Orang Dalam Pemantauan. Mereka akan dipantau oleh orang kesehatan, dalam hal ini Puskesmas, terkait perkembangan kesehatannya,” ujarnya. (Alimukhtar)