Terbaik terbaik

Putar Balik Non KTP Sulbar Dilakukan Hingga 40 Hari Kedepan


Salah satu Posko di Perbatasan. (Foto : dok)

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Pembatasan lalu lintas yang mulai diberlakukan di perbatasan Polman Pinrang nampaknya menyita perhatian sejumlah pemudik. Tak jarang banyak yang urung niat mudik setelah mengetahui informasi tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Barat, Khaeruddin Anas yang dihubungi via telepon, Jumat (8/5/2020) mengatakan, semua yang berKTP non Sulbar disuruh putar balik di perbatasan Polman Pinrang. “Intinya semua yang berKTP non Sulbar, sesuai dengan instruksi presiden tentang larangan mudik, dan sesuai peraturan Menteri No 25 tahun 2020, maka semua yang berKTP non Sulbar suruh putar balik. Itu ketegasannya,” tegas Khaeruddin.

Baca juga  Lomba Segitiga Perahu Sandeq Hanya Enam Peserta, Penonton Kecewa

Khaeruddin yang saat dihubungi sedang berada di posko Paku Kabupaten Polman menambahkan, yang berKTP Sulbar, boleh masuk. ” Tapi kita kontek (komunikasikan) dengan tim kabupatennya untuk melakukan isolasi. Seperti itu protapnya,” tambahnya.

Baca juga  Tidak Disiplin, 9 ASN Majene Menjalani Sidang Kode Etik

Meskipun di posko perbatasan Polman, lanjut Haeruddin, diberlakukan protokol kegiatan seperti cuci tangan, semprot dan ukur suhu tubuh, namun tetap diminta untuk isolasi di kabupatennya. “Kebijakan ini kita menunggu sampai 40 hari kedepan, seperti apa perkembangan terakhirnya covid19 ini, tapi tetap menunggu selesainya idul fitri,” imbuhnya.

Setelah itu, lanjut Haeruddin, akan kembali dilakukan evaluasi, seperti apa langkah selanjutnya.

Baca juga  Bupati Pantau Pengawasan Social Distancing di Pasar Sentral Majene

Saat ini, jumlah kasus covid19 di Sulbar lebih banyak dibanding provinsi Gorontalo. “Kemarin rapat vicon dengan semua bupati, bupati minta pertimbangkan dulu sebelum lakukan PSBB,” tutur Haeruddin.

Sebagai langkah pencegahan penularan covid19, Haeruddin mengatakan pembatasan lalu lintas di Polman sebagai salah satu upaya yang telah dilakukan. ” Yang kita lakukan untuk pembatasan ini, kita lakukan pengawasan ketat di perbatasan,” tutup Haeruddin. (Satriawan)