Dibaca : 77 kali.

Puluhan Ribu Warga Majene Terdampak Corona Akan Dapat Bantuan Dari Pemkab


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene Muh Jafar S.Sos

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Dinas Sosial Kabupaten Majene saat ini tengah mendata warga Majene yang terdampak akibat mewabahnya virus corona. Warga tersebut akan mendapat bantuan sosial (Bansos) daerah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene Muh Jafar S.Sos, yang dihubungi, Senin (13/4/2020) mengatakan, warga yang terdampak wabah corona ini bisa saja berasal dari kalangan yang bukan miskin. “Kita tidak melihat kaya atau miskin. Artinya, karena tidak bisa bekerja, sehingga perlu ada bantuan, “ ungkap Jafar.

Baca juga  Tingkatkan Perekonomian di Majene, Bupati Ikuti Rakornas Investasi

Menurut Jafar, pihaknya telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada camat agar meneruskan kepada kelurahan dan desa untuk mendata warga yang terdampak akibat wabah corona. “Suratnya diminta kepada desa dan lurah untuk mendata warganya yang belum prnah terdata sama sekali. Yang kami minta adalah data akibat corona. Besok ada pertemuan di ruang pola, kami undang seluruh desa dan lurah untuk mensinkronkan data ini,” tuturnya.

Mantan Kepala Bagian ULP Majene itu mengungkapkan, saat ini,  jumlah penduduk kabupaten Majene sebanyak 174.000 jiwa, yang dapat bantuan PKH sekira  8.000 lebih KK, bantuan sembako 10.000 lebih KK. “Yang dapat bantuan PKH wajib dapat sembako, yang dapat sembako tidak mutlak dapat PKH. Masih ada seribu KK yang dapat sembako dapat PKH, itu tdk aman, bantuan pusat sekarang sudah ketat,” tambahnya.

Baca juga  Adat Mandar Atraksi 35 Kuda Menari Bergema di Pinrang

Sekarang ini, Dinas Sosial memiliki data 20.000 KK penerima BPJS. “Tinggal kami menunggu data dari desa dan kelurahan. Biar orang yang kaya kalau setengah kaya, tapi tidak bisa bekerja karena corona, itu bisa dapat bantuan,” ujarnya.

Baca juga  Parah, Pengemis Dadakan Padati Parkiran Bank dan Meresahkan

Jafar menambahkan, persyaratan yang akan mendapat bantuan sosial daerah yakni bukan ASN, pensiunan, Polri dan TNI. “Merka ini tidak bisa didata,” ujar Jafar seraya menyebut agar warga yang terdampak corona sehingga tidak bisa bekerja agar melapor kepada kepala lingkungan setempat untuk didata. (Satriawan)